Gantikan Eko Patrio, Uya Kuya Resmi Jabat Ketua PAN DKI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan manuver signifikan di jantung kekuasaan politik nasional. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan resmi melantik presenter sekaligus pengusaha Surya Utama alias Uya Kuya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta.
Pelantikan yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026), ini menandai berakhirnya era Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dalam memimpin PAN di ibu kota.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, membenarkan pergantian tongkat estafet kepemimpinan tersebut. Lebih dari sekadar rotasi biasa, Viva menegaskan bahwa penunjukan Uya Kuya merupakan bagian dari strategi matang partai untuk menghadapi dinamika politik ibu kota ke depan.
“Alasan Uya Kuya ditunjuk karena memiliki integritas kepribadian yang baik sebagai pejuang partai. Ia juga punya komitmen tinggi untuk membesarkan PAN di DKI Jakarta,” ujar Viva dalam keterangannya, Sabtu (27/6).
Formula Jaringan dan Elektabilitas
Masuknya sosok entertainer ke dalam garis terdepan barisan partai bukanlah hal baru dalam politik Indonesia.
Namun, PAN memiliki kalkulasi tersendiri. Viva mengungkap bahwa keunggulan utama Uya Kuya terletak pada networking atau jaringan sosial yang sangat luas, baik di kalangan masyarakat biasa hingga elit politik.
“Ketiga, dia memiliki jaringan sosial yang luas sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai elektoral PAN di DKI Jakarta,” pungkas Viva.
Target peningkatan nilai elektoral ini menjadi sorotan. Mengingat DKI Jakarta selalu menjadi barometer politik nasional, kehadiran Uya Kuya ditafsirkan sebagai upaya PAN untuk merefresh citra partai agar lebih relevan dengan pemilih pemula dan kelas menengah urban.
Bersamaan dengan pelantikan Uya Kuya, Zulkifli Hasan juga melantik jajaran pengurus DPW PAN DKI Jakarta serta seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN di lima wilayah kota dan satu kabupaten administrasi.
Tantangan kini berada di pundak Uya Kuya. Ia harus mampu menerjemahkan popularitasnya di layar kaca menjadi suara sah di bilik suara, sekaligus menjaga soliditas internal partai yang kerap diuji oleh dinamika politik ibu kota yang dinamis dan keras.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG