Gedung “Mochil” RS Wahidin Menelan Anggaran Ratusan Miliar Diduga Retak-retak, Begini Respon Humas

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan diduga sudah ada yang retak-retak pada konstruksinya.

Ironisnya, gedung “Mochil Wahidin” (Mother and Child Center) itu kurang lebih setahun baru dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pantauan Harian.News, Senin (8/12/2025), beberapa bagian konstruksi terlihat ada yang retak. Kondisinya rawan dilalui pasien ketika menggunakan alat kursi roda. Dimana jalur tersebut kondisi sudah memprihatinkan.

Gedung RS Wahidin mulai retak. Dok. Asrul

Kabag Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Haeruddin saat dikonfirmasi menyatakan bahwa terkait hal itu akan dijawab pihak humas.

“Siap satu pintu info ke Humas. Tabe sekarang ibu Aulia (Bagian Humas). Mungkin beliau koordinasi dulu,” ucap Haeruddin, Senin (8/12/2025).

“Beliau ada di luar daerah, mungkin sebentar siang. Saya sudah WA (WhatsApp) beliau untuk menjawab pertanyaan itu. Maaf beliau masih dinas luar, besok sudah masuk kantor. Terimakasih atas pengertian ta,” sambungnya.

Kondisi bangunan retak. Dok. Asul

Terpisah dihubungi, Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo Aulia Yamin hanya mengatakan.

“Iye ditunggu ya, maaf lagi perjalanan dinas jadi via telp komunikasi ke kantor,” singkat Aulia via WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, Harian.news menunggu konfirmasi resmi selama tiga hari sejak, Senin (8/12/2025).

Untuk diketahui, Instalasi Mother and Child Center merupakan salah satu bagian terintegrasi dari RSUP Wahidin.

Pada Jumat, 6 September 2024 lalu, Presiden RI ke-7 Joko Widodo didampingi Iriana Joko Widodo meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Gedung baru ini memiliki fasilitas modern yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi ibu dan anak. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi kualitas bangunan dan fasilitas yang dimiliki gedung tersebut.

“Saya tadi masuk ke Gedung Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Sudirohusodo tidak seperti masuk ke sebuah rumah sakit, tapi seperti masuk hotel bintang lima,” ujar Jokowi kala itu.

Gedung pelayanan kesehatan ini terdiri dari 8 lantai dan 1 semibasemen dengan kapasitas 263 tempat tidur, termasuk ruang rawat inap dan intensive care yang didedikasikan untuk ibu dan anak.

Anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp456 miliar, ditambah Rp239 miliar untuk peralatan kesehatan yang modern dan canggih, serta Rp17 miliar untuk pengembangan SDM.

Presiden berharap fasilitas ini dapat meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, serta berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia.

Gedung ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah, sekaligus mendukung program peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : ASRUL