Gedung MULO Bakal Disulap Jadi Sekolah Unggulan dengan Kurikulum Cambridge

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar mematangkan rencana pemanfaatan Gedung MULO sebagai sekolah unggulan negeri terintegrasi jenjang SMP dan SMA berbasis asrama (boarding school). Sekolah tersebut ditargetkan mulai menerima peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin, mengatakan pembentukan sekolah unggulan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota mengingat pengelolaan jenjang SMP menjadi kewenangan Pemerintah Kota Makassar.
“Rencananya ini sekolah unggulan negeri untuk jenjang SMP dan SMA berbasis boarding. Kami berharap tahun ini sudah bisa berjalan karena momentumnya bertepatan dengan penerimaan siswa baru,” ujarnya.
Saat ini, persiapan difokuskan pada rehabilitasi gedung, penyediaan sarana dan prasarana, serta penyiapan tenaga pendidik. Pada tahap awal, sekolah tersebut direncanakan membuka dua rombongan belajar untuk jenjang SMP dan dua rombongan belajar untuk jenjang SMA. Jumlah peserta didik akan disesuaikan dengan kapasitas bangunan setelah proses pembenahan selesai.
Iqbal menjelaskan sekolah akan menerapkan kurikulum Cambridge dengan sistem seleksi yang mengutamakan prestasi akademik dan kemampuan berbahasa Inggris. Para calon peserta didik juga akan mengikuti tes sebagai bagian dari proses seleksi.
“Target kami adalah mencetak lulusan yang mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran sekolah unggulan terintegrasi akan menambah pilihan bagi lulusan SD dan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah dengan standar akademik yang lebih tinggi.
Selain memiliki lokasi yang strategis di pusat Kota Makassar, Gedung MULO juga memiliki nilai historis karena pada masa kolonial Belanda pernah difungsikan sebagai sekolah. Revitalisasi bangunan tersebut diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali fungsi pendidikan, tetapi juga menghadirkan pusat pembelajaran unggulan bagi generasi muda Sulawesi Selatan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News