Gelang Haji 2026: Identitas Wajib Jemaah Haji Indonesia

Gelang Haji: “Nyawa Kedua” Jemaah di Tanah Suci
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menjelang musim haji 1447 H/2026 M, calon jemaah haji Indonesia wajib memahami fungsi krusial gelang identitas. Bukan sekadar pelengkap busana, gelang logam ini menjadi “nyawa kedua” bagi jemaah di Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan, gelang berbahan baja putih atau monel ini menyimpan segudang data vital. Fungsinya? Mempercepat identifikasi saat jemaah tersesat, sakit, atau menghadapi kondisi darurat.
” Gelang haji menyimpan data penting jemaah yang dapat membantu proses identifikasi,” ujar juru bicara kementerian, pada Jumat (17/4).
Spesifikasi yang Wajib Diketahui
Gelang haji 2026 dirancang dengan standar ketat:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Bahan | Baja putih / monel |
| Ketahanan | Anti karat, tidak mudah putus |
| Kenyamanan | Ergonomis untuk pemakaian 24 jam |
| Status | Wajib dikenakan sepanjang di Arab Saudi |
Data Lengkap di Balik Logam
Bukan sekadar hiasan. Gelang haji ini memuat informasi kritis:
- Nomor kloter
- Nomor paspor
- Nomor maktab
- Tahun keberangkatan
- Logo & tulisan Kementerian Haji dan Umrah RI
- Tulisan “Indonesia” dalam aksara Arab
- Bendera Merah Putih & kode embarkasi
Dengan data ini, petugas haji bisa melacak asal jemaah hanya dalam hitungan detik.
Jadwal Penting Haji 2026
| Tanggal | Agenda |
|---|---|
| 21 April 2026 | Masuk asrama haji |
| 22 April 2026 | Keberangkatan gelombang I ke Madinah |
| 7 Mei 2026 | Keberangkatan gelombang II ke Jeddah |
| 26 Mei 2026 | Wukuf di Arafah |
| 27 Mei 2026 | Idul Adha |
| 1 Juni 2026 | Pemulangan gelombang I |
| 30 Juni 2026 | Akhir pemulangan ke Tanah Air |
Catatan: Koper jemaah harus dikumpulkan H-1 keberangkatan.
Tips untuk Calon Jemaah
- Jangan lepaskan gelang selama di Tanah Suci, termasuk saat tidur dan mandi
- Periksa kekuatan pengait secara berkala
- Hafalkan data penting yang tertera di gelang
- Laporkan segera jika gelang rusak atau longgar ke petugas ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG