Gemira Sulsel Dukung Gus Irfan Masuk Kabinet Prabowo-Gibran sebagai Menag

Gemira Sulsel Dukung Gus Irfan Masuk Kabinet Prabowo-Gibran sebagai Menag

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira), sayap dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I di Jakarta, pada 21-22 September 2024.

Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta ini diikuti oleh pengurus PP dan PD Gemira seluruh Indonesia.

Rapimnas yang dibuka Sabtu (21/9/2024) ini dimulai dengan kegiatan santunan 500 anak yatim, yang juga secara simbolis diserahkan oleh Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Umum PP Gemira KH. Moch Irfan Yusuf dan Sekretaris Jenderal PP Gemira H. Sudarto SM.

Sekjen PP Gemira, Sudarto, berterima kasih atas kehadiran undangan dari berbagai Ormas Islam, Organisasi sayap partai sahabat dan organisasi sayap Partai Gerindra, serta pengurus PP dan PD Gemira.

Menurut Sudarto yang juga politis Partai Gerindra, Rapimnas I ini sangat strategis karena dilakukan setelah Pemilu 2024. Gemira merasa bangga atas capaian Partai Gerindra sebagai partai terbesar ketiga pemenang Pemilu dan mampu mengantarkan Prabowo Subianto sebaga Presiden terpilih 2024-2029.

“Kemenangan Ini tercapai tidak lepas dari peran dan kontribusi kader Gemira,” tutur Mas Darto, sapaan akrabnya.

Dikatakan Mas Darto, pada penutupan Minggu (22/9/2024), Rapimnas I GEMIRA menghasilkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, tentang program kerja dan rekomendasi strategis Gemira untuk mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Rekomendasi lainnya, Gemira mengusulkan kepada Prabowo untuk memilih tokoh dan kader Partai Gerindra sebagai Menteri Agama (Menag) RI.

“Menteri Agama di kabinet Pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran mendatang alangkah baiknya dari kader Partai Gerindra. Partai Gerindra tak kekurangan stok tokoh kiai dan agamawan yang tepat untuk mengisi kursi Menag,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sambutan saat pembukaan Rapimnas, Ketua Umum PP Gemira, KH Moch Irfan Yusuf Hasyim yang akrab dipanggil Gus Irfan dalam sambutannya mengingatkan, Gemira menghadapi tantangan membantu presiden terpilih agar dapat membangun Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.

Dikatakan Gus Irfan, menjadi presiden, anggota DPR, DPRD dan kepala daerah adalah wasilah untuk mencapai cita-cita pendiri bangsa menciptakan Indonesia yg lebih baik.

“Dengan terpilihnya Presiden Prabowo dan banyak anggota DPR dan DPRD dari Partai Gerindra, ini merupakan langkah awal untuk bekerja,” ungkap Gus Irfan.

Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam sambutannya memohon doa kepada Gemira agar pelantikan presiden dan pelaksanaan tugasnya dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

“Rakyat menunggu program-program Presiden Prabowo, seperti progam pemberian makan siang bergizi untuk 82 juta anak, setiap siang dan setiap hari. Inilah disebut amal sosial oleh Gus Irfan,” ungkap Muzani.

Selanjutnya Muzani juga mengutip Al-Mawardi dalam kitab al-Ahkam al-Shulthoniyyah yang menegaskan bahwa seorang politisi tanpa agama akan kering, sehingga memerlukan pondasi agama akan kuat. Politisi yang beragama akan memberi semangat, memberi jalan, dan harapan.

Gemira Sulsel Dorong KH Mochamad Irfan sebagai Menag

Gemira Sulsel turut mendukung organisasi sayap Gerindra untuk menjabat posisi Menteri Agama (Menag) pada kabiner Prabowo-Gibran.

Dimana aspirasi tersebut lahir dari pimpinan daerah di 36 provinsi yang hadir dalam pandangan umum Rapimnas I Gemira.

Agus Salim Said, Ketua Gemira Sulsel secara tegas menyampaikan adanya keinginan dan aspirasi bahwa dalam mempersiapkan pemerintahan baru Prabowo-Gibran untuk mengusulkan dari Gerindra.

“Kami mendorong Almukarram KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (Ketum Gemira). Secara nashab paten beliau adalah keponakan dari KH Wahid Hasyim Menteri Agama ke pertama, yang juga merupakan ayah dari Alm Gusdur yang sudah jelas kapasitas dan ketokohan beliau tidak diragukan lagi untuk menjadi menteri agama,” ungkap Agus

Mantan Sekretaris KNPI Tana Toraja ini menilai sosok Mochaman Irfan akan diterima semua kalangan. “Insya Allah Gus Ketum kita ini paling bisa diterima oleh semua kalangan, Khususnya dikalangan Nahdlatul Ulama. Sudah saatnya Menteri Agama kembali ke Cucu Hadratusyech KH hasyim As’ari,” tutup Agus.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News