Gempa Susulan Masih Terjadi, WNI di Jepang Mengungsi ke Masjid

Gempa Susulan Masih Terjadi, WNI di Jepang Mengungsi ke Masjid

HARIAN.NEWS – Gempa 7,4 magnitudo mengguncang perairan Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa, Jepang, pada Senin (1/1/2023). Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) mengungsi ke Masjid Kanazawa.

Seorang WNI di Tokyo Jepang, Dian Novitasari, mengatakan bahwa dia dan keluarganya memutuskan untuk mengungsi karena alarm peringatan terus menyala.

“(Peralatan) dapur tumpah semua, kaca rias pecah,” kata Dian, yang dikutip harian.news dari kumparan.

Ketika gempa melanda, Dian dan keluarganya sedang tidak berada di kediaman. Ketika tiba di tempat tinggal mereka yang berada di lantai 3, dia melihat barang-barang sudah berjatuhan ke lantai.

“Tadi saya pulang, mixer menyala berputar-putar, kaca-kaca terbuka sebagian, televisi semua jatuh ke lantai,” tambah dia.

Saat ini, Dian bersama keluarga serta 12 orang lainnya mengungsi ke masjid tersebut yang lokasinya lebih tinggi daripada kawasan lainnya. Gempa tersebut memang kemudian diikuti adanya peringatan tsunami.

Kata Dian, ada juga WNI yang mengungsi di aula-aula publik milik pemerintah setempat. Menurut Dian, karena tidak banyak barang di masjid tersebut, hanya buku-buku dan Al Quran yang jatuh ke lantai.

Guncangan dahsyat juga sempat dirasakan WNI di prefektur lain seperti Tottori. Sejumlah WNI di Prefektur Toyama juga tengah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Pemerintah setempat mengimbau agar pengungsi tetap di area pengungsian dan tidak boleh pergi ke tempat yang lebih rendah. Kapal-kapal terpantau sudah meninggalkan pelabuhan.

Saat ini masih terjadi gempa susulan dan berpotensi tsunami. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa tinggi tsunami bisa mencapai lima meter.

Gelombang tsunami akibat gempa tersebut kemungkinan bisa menjangkau 300 kilometer dari pusat gempa.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka untuk mengetahui dampak gempa dan tsunami. Termasuk mengecek para WNI.

“KBRI dan KJRI tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul masyarakat Indonesia. Sistem lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa,” kata Judha dalam keterangannya, Senin (1/1/2023).

Lebih lanjut, Judha menyebut, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat WNI tetap waspada atas gempa susulan dan tsunami.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News