H2H Grup J: Argentina vs Austria, Siapa Unggul?

H2H Grup J: Argentina vs Austria, Siapa Unggul?

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Duel Timnas Argentina kontra Austria pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Selasa (23/6) dini hari WIB, menghadirkan sebuah anomali sejarah yang menarik.

Juara bertahan dunia ini akan berhadapan dengan kuda hitam Eropa dalam sebuah partai resmi untuk pertama kalinya sepanjang masa.

Berdasarkan data resmi FIFA yang dirilis pada Senin (22/6), kedua negara hanya bertemu dua kali di level senior. Menariknya, seluruh pertemuan tersebut berstatus laga persahabatan.

Berikut catatan head to head Argentina vs Austria:

21 Mei 1980: Austria 1-5 Argentina (Persahabatan)

3 Mei 1990: Austria 1-1 Argentina (Persahabatan)

Jejak Hattrick Maradona hingga Tren Messi

Pertemuan pertama pada 1980 di Wina menyisakan cerita emas bagi skuad Albiceleste. Legenda hidup Argentina, Diego Maradona, mencetak trigol alias hattrick yang menghantam Austria 5-1.

Catatan uniknya, hattrick tersebut tercatat sebagai satu-satunya trigol Maradona bersama timnas senior Argentina sepanjang kariernya.

Sepuluh tahun kemudian, jelang Piala Dunia 1990, kedua tim kembali beruji coba. Austria sempat memimpin sebelum Jorge Burruchaga menyelamatkan muka Argentina lewat gol imbang 1-1.

Memasuki Piala Dunia 2026, tren “hattrick” tampaknya mengalir ke penerus Maradona. Lionel Messi baru saja memborong tiga gol saat Argentina menghantam Aljazair 3-0 pada laga perdana. Sementara itu, Austria tampil perkasa dengan kemenangan 3-1 atas Yordania.

Ujian Taktik Rangnick untuk Scaloni

Secara statistik, Argentina sangat diunggulkan. Dengan rekor satu menang dan satu imbang atas Austria, serta produktivitas enam gol dari dua laga, La Pulga dan kawan-kawan berada di atas angin.

Status juara Piala Dunia 2022 dengan skuad inti yang masih terjaga, membuat Lionel Scaloni mempunyai modal psikologis yang besar.

Namun, menghadapi Austria asuhan Ralf Rangnick bukanlah pekerjaan mudah. Tim Die Mannschaft kedua ini datang dengan identitas permainan yang sangat jelas: gegenpressing agresif dan blok pertahanan yang solid.

Kejeniusan Rangnick dalam meracik transisi cepat berpotensi memutus ritme permainan Argentina.

Dengan latar belakang sejarah pertemuan yang nyaris kosong di ajang resmi, ditambah ambisi kedua tim untuk memperebutkan tiket 16 besar, duel Argentina kontra Austria dipastikan akan menyuguhkan drama dan intensitas tinggi di lapangan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman