Hadapi Era VUCA dan BANI, IKWI Sulsel Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Komunikasi

Hadapi Era VUCA dan BANI, IKWI Sulsel Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Komunikasi

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulawesi Selatan turut mengikuti pelatihan short course “Heart, Mind & Voice : Membangun Karakter, Kapasitas, dan Komunikasi di Era VUCA & BANI” yang digelar Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Soraya, 27 September 2026, di Hotel Remcy Makassar.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pengusaha, akademisi, birokrasi hingga organisasi profesi. Pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan karakter, kapasitas diri, serta kemampuan komunikasi dalam menghadapi perubahan zaman dan perkembangan digital.

Sejumlah peserta berasal dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan. Ketua DPW IWAPI Sulsel, Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes., turut hadir bersama sejumlah anggota.

Turut berpartisipasi Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulawesi Selatan, yang diwakili Ketua IKWI Sulsel, Hj. St. Farida Suwardi Thahir, bersama para anggota.

Pelatihan dibimbing langsung oleh Founder LPK Soraya, Dra. Dewi Talli, S.Psi., M.M., dengan metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun aktivitas organisasi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep VUCA, akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity,dan Ambiguity. Istilah ini menggambarkan kondisi lingkungan yang mengalami perubahan cepat dan sulit diprediksi.

Volatility berarti perubahan yang berlangsung cepat dan tidak stabil, Uncertainty menunjukkan adanya ketidakpastian dalam menghadapi berbagai situasi, Complexity menggambarkan persoalan yang semakin kompleks dan saling berkaitan, sedangkan Ambiguity merujuk pada kondisi yang serba tidak jelas sehingga membutuhkan kemampuan membaca situasi secara tepat.

Sementara itu, konsep BANI merupakan akronim dari Brittle, Anxious, Nonlinear, dan Incomprehensible. Kerangka ini menggambarkan kondisi dunia yang tidak hanya berubah cepat, tetapi juga dapat terasa rapuh, menimbulkan kecemasan, memiliki hubungan sebab-akibat yang tidak selalu linear, serta sulit dipahami secara utuh.

Dalam konteks tersebut, kemampuan beradaptasi, membangun ketahanan pribadi, mengelola komunikasi, dan mengambil sikap secara tepat menjadi bagian penting yang perlu dimiliki setiap individu maupun organisasi.

Melalui materi yang diberikan, peserta diajak melihat perubahan bukan hanya dari sisi perkembangan teknologi dan digitalisasi, tetapi juga dari aspek karakter dan kemampuan manusia dalam merespons perubahan tersebut.
Pelatihan juga menitikberatkan pada pembentukan pribadi yang mandiri dan profesional.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam pergaulan, lingkungan kerja, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.

Konsep Heart, Mind & Voice menjadi pendekatan untuk melihat keterkaitan antara karakter atau sikap, pola pikir, dan kemampuan menyampaikan gagasan. Ketiganya menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat serta menciptakan komunikasi yang lebih efektif.

Dengan perpaduan teori dan praktik, short course LPK Soraya diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter profesional, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi di tengah perubahan lingkungan yang semakin dinamis. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : IGA K DIWIA