Hadiri Pelantikan DPW GAPEMBI Sulsel, Gubernur Sulsel Minta Porsi MBG Diperbanyak: Jangan Pelit!

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman, memberikan peringatan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak mengurangi porsi maupun kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudirman saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pengusaha Makanan dan Minuman Bergizi Indonesia (DPW GAPEMBI) Sulawesi Selatan periode 2025–2030 di Hotel Claro Makassar, Senin (9/2/2025).
“Saya ingatkan, jangan pelit. Makanannya ditambah, ayamnya kasih besar. Saya tidak mau ada kejadian seperti itu di Sulawesi Selatan,” tegas Sudirman.
Ia menekankan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan memiliki budaya gemar berbagi dan menjamu dengan baik, sehingga kualitas menu Program MBG harus dijaga. Sudirman juga mengingatkan agar tidak muncul persoalan terkait menu dan porsi makanan di daerah.
“Ciri khas orang Sulsel itu suka kasih makan. Jangan sampai ada masalah soal menu di Sulsel,” ujarnya.
Sudirman menilai Program Makan Bergizi Gratis sangat efektif dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, banyak anak di daerah bukan mengalami stunting, melainkan kekurangan asupan makanan.
“Saya lihat banyak anak di daerah itu bukan karena stunting, tapi karena kurang makan. Kalau makan ramai-ramai di sekolah, pasti mereka makan,” katanya.
Terkait wacana perubahan format program, Sudirman menyatakan kurang sependapat jika Program MBG diubah menjadi bantuan uang tunai. Ia menilai pemberian makanan siap konsumsi jauh lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kalau dikasih uang, saya khawatir peruntukannya jadi hal lain. Program ini lebih efektif kalau dalam bentuk makanan jadi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum GAPEMBI, H. Alven Stony, menyampaikan bahwa secara nasional Program Makan Bergizi Gratis mendapat respons positif dari masyarakat.
Meski masih terdapat sekitar 12 persen respons negatif, sebanyak 88 persen masyarakat menilai program tersebut berjalan dengan baik.
Di Sulawesi Selatan, kata Alven, saat ini terdapat sekitar 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan berpotensi bertambah hingga 700 SPPG.
Perputaran dana Program MBG di Sulsel diperkirakan mencapai Rp4 miliar per bulan dan berpotensi meningkat signifikan seiring bertambahnya jumlah SPPG.
“Program ini bukan hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, karena sekitar 90 persen pelaku usahanya berasal dari UMKM,” jelas Alven.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News