Harga Gabah Tak Sesuai HPP, Petani Jeneponto Desak Bulog Bertindak

HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Musim tanam rendengan tahun 2025 menyisakan keresahan di kalangan petani Kabupaten Jeneponto. Pasalnya, hingga awal April ini, serapan gabah oleh Bulog baru menyentuh angka 30 ribu ton dari target 50 ribu ton yang telah ditetapkan.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi serapan gabah dan sosialisasi klaster pertanian modern yang digelar di Ruang Pola Kantor Dinas Pertanian Jeneponto, Kamis (10/4/2025).
Rapat ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, jajaran Forkopimda, Bulog, Ketua Komisi II DPRD, serta perwakilan kelompok tani yang tergabung dalam KTNA.
Kepala Dinas Pertanian Jeneponto, Ahmad Tunru, melaporkan rendahnya angka serapan gabah sejauh ini. “Target kita 50 ribu ton, tapi realisasinya baru 30 ribu ton. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi,” ungkapnya.
Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret untuk mendukung produktivitas pertanian, termasuk pembenahan saluran irigasi.
“Kami telah berkoordinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang demi memastikan irigasi sawah berjalan optimal,” ujarnya.
Namun, suasana rapat mulai memanas saat perwakilan Bulog dihujani pertanyaan kritis dari DPRD dan perwakilan petani. Subair Deta, pemuda dari Tamalatea, menyoroti lambannya respon Bulog terhadap pembelian gabah petani.
“Hingga kini, belum ada kejelasan pembelian gabah di wilayah Tamalatea dan Bontoramba. Data dari Bulog pun tidak kami terima,” tegas Subair.
Ketua Komisi II DPRD Jeneponto, Imam Taufik, mendesak Bulog untuk lebih transparan dalam menetapkan harga beli dan membuka akses informasi bagi petani.
“Kami harap Bulog bisa beri kepastian harga kepada petani. Kalau tidak mampu menyerap, kami minta bantuan TNI/Polri untuk hubungi pedagang di Makassar agar gabah bisa terserap sesuai HPP,” jelasnya.
Tuntutan petani kian menguat terutama soal rendahnya harga beli gabah yang dinilai tidak menutupi biaya produksi. Bahkan, jagung kuning yang hanya dihargai Rp4.000/kg pun dianggap sudah cukup menguntungkan pedagang dengan margin hingga Rp1.500.
Melihat situasi yang mulai tegang, Bupati Paris Yasir mengajak seluruh pihak menahan diri dan mencari solusi bersama. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan petani untuk menjaga stabilitas harga pangan serta mewujudkan pertanian modern.
Sebagai penutup, rapat dilanjutkan dengan pembahasan program klaster pertanian modern yang diharapkan menjadi strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan sektor pertanian di Jeneponto. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ASWIN RASYID