Harga Solar Naik, GWM Yakin SUV Diesel Tetap Diburu Konsumen

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar non-subsidi, tidak serta-merta menurunkan minat masyarakat terhadap kendaraan SUV diesel.
Menurutnya, konsumen tetap akan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas, efisiensi, dan pilihan teknologi yang tersedia di pasar otomotif.
Pernyataan tersebut disampaikan Bagus Susanto saat sesi media gathering usai peresmian dealer GWM Latimojong di Makassar.
Ia menjelaskan bahwa strategi global GWM saat ini tidak hanya berfokus pada satu jenis teknologi kendaraan, melainkan menghadirkan berbagai pilihan powertrain sesuai kebutuhan konsumen di setiap negara.
“GWM melihat teknologi bukan hanya satu jenis saja. Kami ingin menghadirkan semua pilihan teknologi melalui produk-produk kami,” ujar Bagus, Rabu (20/05/2026).
Ia mencontohkan lini SUV Tank yang kini hadir dalam beberapa pilihan teknologi, mulai dari diesel hingga hybrid berbahan bakar bensin.
“Tank 300 dan Tank 500 tetap dipasarkan dengan opsi mesin diesel karena masih memiliki pasar tersendiri, terutama bagi konsumen yang membutuhkan performa dan ketangguhan kendaraan untuk berbagai kondisi jalan,” jelasnya.
Selain kendaraan diesel dan hybrid, GWM juga terus memperluas pasar kendaraan listrik melalui model Ora 03 serta SUV hybrid Haval. Penjualan model-model elektrifikasi tersebut disebut terus menunjukkan tren positif di Indonesia.
Menurut Bagus, GWM baru saja memperkenalkan strategi global bertajuk “One GWM Platform” pada ajang Beijing Motor Show 2026.
Melalui strategi itu, satu model kendaraan nantinya dapat dikembangkan dengan berbagai pilihan teknologi penggerak, mulai dari diesel, bensin, hybrid, plug-in hybrid, hingga full electric vehicle (EV).
“Ini menjadi strategi yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang berbeda-beda di tiap negara,” katanya.
Terkait kenaikan harga solar non-subsidi, Bagus mengakui kondisi tersebut berpengaruh terhadap industri otomotif karena efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat saat membeli kendaraan. Namun, ia menilai dampaknya cenderung bersifat sementara.
“Biasanya masyarakat hanya mengalami shock sementara. Tapi apakah orang akan berhenti membeli mobil karena harga BBM naik? Tentu tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Megahputra Kendari, Andree Sulimdro, mengatakan pihaknya memilih bermitra dengan GWM karena melihat potensi pasar otomotif yang dinilai terus berkembang, khususnya pada segmen SUV premium dan kendaraan elektrifikasi.
Menurut Andree, kekuatan utama GWM terletak pada variasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern, mulai dari Tank, Ora, hingga Haval.
Selain itu, jaringan global dan investasi manufaktur GWM juga menjadi pertimbangan utama dalam menjalin kerja sama bisnis di Indonesia Timur.
“Kami melihat pasar GWM di Indonesia sangat kuat dengan lini produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Ditambah lagi dukungan jaringan global dan investasi manufaktur yang serius,” katanya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News