Hidupkan UMKM Mati Suri, Caleg DPR RI Didaulat Sebagai Pemateri

MAGELANG, HARIAN.NEWS – Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur, Magelang menjadi daerah sasaran kegiatan Pekan Raya Mahasiswa Pemberdaya atau Paramadya yang diselenggarakan oleh BEM KM Universitas Tidar (Untidar).
Salah satu alasan Giripurno menjadi desa sasaran pengabdian puluhan mahasiswa Untidar, karena desa ini memiliki prospek ekonomi untuk sektor industri rumah tangga usaha kecil dan menengah (UKM).
Karena industri rumah tangga yang ada di desa ini mulai mati suri, hidup segan mati tak mau, menggugah hati pihak BEM KM Untidar untuk mengabdi di sana.
Nah, keinginan para mahasiswa Untidar tersebut ingin membangkitkan kembali UKM Desa Giripurno yang kini mati suri melalui kegiatan Paramadya tersebut.
Terkait hal itu, melalui Paramadya mahasiswa Untidar ini, telah dilakukan penyuluhan kepada pengrajin industri rumah di desa tersebut. Dalam penyuluhan itu, pihak mahasiswa menghadirkan Makiran, S.Pd, MM sebagai pemateri yang digelar pada Minggu, 23 Juli 2023 siang.
Dihadapan warga Desa Giripurno, Makiran yang diketahui sebagai Caleg DPR RI 2024 dari Partai Buruh ini menginginkan UMKM Desa Giripurno bisa mandiri. Pasalnya, UMKM di Desa ini sudah memiliki kualitas bagus dan bisa bersaing dengan UMKM daerah lainnya.
“Kalau UMKM disini sudah sangat bagus. Ya, tinggal brendingnya, kemasannya dan marketnya. Inilah yang perlu pendampingan agar UMKM yang sudah bagus ini tak mati suri,” ujar Makiran.
Ia berharap, Untidar bisa memberikan pendampingan kontinyu secara nyata. Karena sangat disayangkan sebuah Desa yang berada di ring satu wisata dunia Candi Borobudur, UMKM-nya tidak bisa eksis.
“Jujur saya sangat sedih karena sebuah desa yang berada dalam ring satu wisata dunia Candi Borobudur, pembangunannya masih pincang, UMKM-nya tidak berjalan baik, padahal kualitas dari UMKM-nta sudah bagus,” aku Makiran sang mantan Buruh kini menggeluti dunia usaha UMKM.
Disebutkan oleh Makiran, warga pengrajin industri rumah tangga di Desa ini mengaku kesulitan memasarkan hasil produk mereka. Karena itu, Makiran menyampaikan bahwa warga harus terus berinovasi agar produk-produk mereka tetap memiliki pasar.
Makiran menegaskan bahwa warga harus memanfaatkan aspek digital marketing. Dalam rangka meningkatkan promosi produk UMKM. Setelah promosi, produk tersebut harus memiliki identitas atau nama.
“Di era digitalisasi dimana transaksi online menjadi sesuatu keniscayaan, maka dengan memiliki identitas ibarat orang, produk itu akan mudah dicari,” pungkas Makiran. (Mohis)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News