Ide Prabowo Perbaiki Buku Pelajaran Dibanjiri Kritik

Ide Prabowo Perbaiki Buku Pelajaran Dibanjiri Kritik

HARIAN.NEWS – Rencana Presiden Prabowo memperbaiki buku pelajaran sekolah tingkat SD hingga SMA menjadi sorotan publik tanah air, gagasan tersebut menjadi bahan perbincangan sejumlah pihak, dengan mempertanyakan seperti apa buku ideal bagi siswa di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memerintahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, untuk dapat membentuk tim guna mempelajari dan mengevaluasi kembali buku-buku ajar yang saat ini digunakan di berbagai sekolah di tanah air.

Perintah presiden tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta beberapa waktu lalu.

Usai rapat, Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangannya mengatakan evaluasi perbaikan buku pelajaran dinilai penting agar buku pelajaran dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan zaman dan teknologi. Presiden berharap agar Indonesia dapat mengikuti langkah sejumlah negara terkait kualitas buku pelajaran untuk siswa.

Gagasan Presiden tersebut mendapat kritikan dari Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji. Dalam tanggapannya ia menilai evaluasi memang penting, namun prosesnya harus dilakukan secara transparan dan berbasis kebutuhan siswa atau peserta didik di Indonesia. Ia menegaskan agar rencana memperbaiki buku pelajaran jangan hanya menjadi pintu masuk kepentingan politik atau bisnis pengadaan yang menelan anggaran.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : DODI BUDIANA