Ikuti Kebijakan Pusat, Disdik Makassar Atur Ulang Jadwal Belajar Selama Ramadan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dinas Pendidikan Kota Makassar (Disdik) memastikan akan menyesuaikan jadwal libur Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi mengikuti Surat Edaran Bersama (SEB) Tiga Menteri yang diterbitkan pemerintah pusat.
Sebelumnya, Disdik Makassar telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 400.3.5/60/Disdik/II/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Bulan Suci Ramadan 1447 H Tahun Pelajaran 2025/2026 yang mengatur jadwal pembelajaran dan libur bagi seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri dan swasta se-Kota Makassar.
Dalam edaran awal tersebut, libur awal Ramadan dijadwalkan berlangsung pada 16–21 Februari 2026, dengan pembelajaran tatap muka kembali digelar pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Sementara itu, libur Idulfitri direncanakan pada 16–24 Maret 2026 dan kegiatan belajar efektif dimulai kembali 25 Maret 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa jadwal tersebut akan disesuaikan setelah terbitnya SEB Tiga Menteri yang mengatur secara nasional kalender pembelajaran selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Berdasarkan SEB, libur awal Ramadan ditetapkan pada 18–21 Februari 2026. Adapun libur Idulfitri berlangsung pada 16–20 Maret 2026 dan dilanjutkan 23–27 Maret 2026. Dengan demikian, siswa akan menikmati libur Lebaran selama 10 hari dan kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Menurut Achi, surat edaran Disdik Makassar diterbitkan lebih awal sebelum kebijakan pusat keluar, sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar selaras dengan ketentuan nasional.
“Saat ini masih dalam masa libur awal Ramadan, sehingga kami akan segera menerbitkan surat edaran penyesuaian berdasarkan edaran pusat dari tiga menteri,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan, seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemerintah Kota Makassar wajib mengikuti ketentuan terbaru agar jadwal akademik tetap tertib dan seragam.
Meski terdapat masa libur pada awal Ramadan, Disdik Makassar mengimbau orang tua tetap memantau aktivitas anak selama di rumah. Siswa diharapkan menjaga kedisiplinan, memanfaatkan waktu secara positif, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Achi juga menekankan bahwa pembelajaran selama Ramadan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi kurikulum, tetapi juga diarahkan pada penguatan pendidikan karakter. Sekolah didorong memperbanyak kegiatan seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, kultum, serta kegiatan sosial dan bakti sosial guna membangun suasana religius sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial peserta didik.
Surat edaran penyesuaian tersebut nantinya akan ditembuskan kepada Wali Kota Makassar sebagai laporan resmi pelaksanaan kebijakan pendidikan selama Ramadan 1447 Hijriah. Disdik berharap proses pembelajaran tetap berjalan optimal dan menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan karakter generasi muda di Kota Makassar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News