Ilmiah Tak Harus Kaku, Wamendiktisaintek Ajak Dosen Menulis Layaknya Bercerita

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, mendorong dosen perguruan tinggi agar menulis karya ilmiah layaknya bercerita.
Menurutnya, publikasi ilmiah harus mampu menyampaikan gagasan secara hidup dan mudah diingat, bukan sekadar laporan data semata.
Hal itu disampaikan Prof. Stella saat membuka Workshop Kamp Inklusif Penulisan Ilmiah dan Publikasi di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu, 23 Juli 2025.
“Menulis bukan hanya menyampaikan data, tapi mengajak pembaca memahami dan mengingat. Seperti cerita rakyat, tulisan ilmiah pun harus bisa hidup dalam pikiran pembaca,” ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas tulisan ilmiah ditentukan oleh kemampuan komunikasi, struktur berpikir, dan latihan yang konsisten.
“Practice, practice, practice. Setelah tembus satu jurnal bereputasi, seperti Q1, biasanya jalan berikutnya akan lebih terbuka,” katanya.
Prof. Stella menekankan bahwa publikasi ilmiah bukan hanya untuk kepentingan akademik semata, tetapi juga dapat menjadi alat memengaruhi kebijakan publik dan praktik industri.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
Menurutnya, ini adalah kehormatan besar bagi perguruan tinggi swasta dari Kawasan Timur Indonesia. Saat ini, Unismuh memiliki delapan fakultas dan program pascasarjana, mencakup 57 program studi dari jenjang diploma hingga doktoral.
“Seluruh unit telah bersertifikat ISO dan institusi memperoleh Akreditasi Unggul,” ucapnya.
Pada 2025, Unismuh tercatat dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) dunia pada posisi 1100–1500 dan menjadi satu-satunya PTS luar Jawa yang masuk klasemen tersebut.
Dari sekitar 800 dosen, sebanyak 287 telah bergelar doktor dan 88 lainnya sedang menempuh studi S-3. Dalam waktu dekat, Unismuh menargetkan 65 persen dosennya bergelar doktor.
Workshop ini menerapkan sistem pelatihan berbasis kinerja. Sertifikat hanya diberikan kepada peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian dan berhasil mengirimkan artikel ilmiah ke jurnal yang dituju.
Sertifikat ditandatangani oleh pimpinan institusi asal dan Direktorat Bina Talenta Riset.
Pelatihan ini diikuti 40 peserta terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka difasilitasi dengan akomodasi, ruang kerja, serta pendampingan intensif melalui kombinasi kelas plenary dan kelompok kecil.
Kegiatan juga dihadiri oleh Dirjen Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman, Direktur Bina Talenta Riset Heri Kuswanto, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, Ketua BPH Unismuh Prof. Gagaring Pagalung, serta pimpinan Unismuh lainnya.
Penulis: Gita Oktaviola
Baca berita lainnya Harian.news di Google News