IM3 Hadirkan Program Sampah Jadi Pulsa: Begini Cara Kerja RVM di Kampus

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Indosat Ooredoo Hutchison melalui IM3 meluncurkan program inovatif Sampah Jadi Pulsa yang memanfaatkan mesin Reverse Vending Machine (RVM).
Program ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik sekaligus memberikan manfaat langsung kepada pelanggan IM3.
Dengan menggunakan RVM, masyarakat, khususnya mahasiswa, bisa menukarkan sampah plastik berupa botol bekas dengan pulsa IM3.
Salah satu lokasi yang sudah dilengkapi dengan RVM ini adalah Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar. Mekanismenya sederhana: pengguna cukup membawa botol plastik bekas, memasukkannya ke dalam mesin, dan poin akan terkumpul untuk kemudian ditukar dengan pulsa.
Langkah-Langkah Penggunaan RVM:
1. Masukkan Botol Plastik ke dalam RVM
Pengguna memasukkan botol plastik bekas, baik bening maupun warna lain, ke dalam mesin RVM. Mesin menerima berbagai jenis botol plastik yang umum digunakan sehari-hari.
2. Mesin Memproses dan Memindai Botol
Setelah botol dimasukkan, mesin akan memindai dan menimbang botol untuk menghitung nilai poin yang diberikan.
3. Kumpulkan Poin
Setiap botol yang dimasukkan akan menghasilkan poin, biasanya 50 poin per botol. Poin ini akan dikumpulkan oleh pengguna.
4. Tukar Poin dengan Pulsa IM3
Setelah poin terkumpul hingga mencapai jumlah tertentu, seperti 1000 poin, pengguna dapat menukarnya dengan pulsa senilai Rp 10.000. Proses penukaran bisa dilakukan melalui aplikasi IM3 atau langsung pada RVM.
Mendukung Kampus Berwawasan Lingkungan
Mahfudz Marzuki, AVP CSR Environment & Philanthropy Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa program ini diadakan sebagai bentuk dukungan terhadap kampus-kampus yang memiliki visi lingkungan berkelanjutan.
“Kami memilih Universitas Hasanuddin karena kampus ini memiliki komitmen kuat untuk menjadi green campus. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk memilah sampah plastik dan menukarnya dengan pulsa, menjadikan sampah sebagai sumber yang bernilai,” ungkapnya.
Mahfudz menambahkan bahwa Sampah Jadi Pulsa juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Di beberapa kampus lain seperti Universitas Diponegoro (Undip), mahasiswa sudah mulai melakukan penelitian tentang pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar.
Program ini diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa Unhas untuk melakukan penelitian serupa.
Target Perluasan Program
Tidak hanya di Unhas, Indosat juga menargetkan untuk menghadirkan program Sampah Jadi Pulsa ini di 10 kota lainnya, termasuk Kendari dan Samarinda, pada tahun ini.
Semua sampah plastik yang dikumpulkan melalui RVM akan digunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut oleh Indosat, dalam rangka pengembangan teknologi pengolahan sampah.
Dengan adanya program ini, Indosat Ooredoo Hutchison berharap dapat menciptakan dampak positif terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomis kepada pelanggan, terutama mahasiswa yang sangat membutuhkan akses digital melalui pulsa. Program ini menjadi sinergi antara pengelolaan sampah dan kebutuhan digital yang semakin tinggi.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News