Imam Muthahhir Arif Pimpin Proses Syahadat Profesor Amerika di Masjid Istiqlal Houston

HARIAN.NEWS, HOUSTON – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Istiqlal Houston pada siang hari ini, selepas pelaksanaan shalat Zuhur.
Dalam suasana penuh khidmat, Professor Dock Yates, seorang dosen Clinical Laboratory Science dari salah satu universitas di Texas, secara resmi menyatakan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan jamaah.
Prosesi tersebut dipandu langsung oleh Imam Muthahhir Arif, berlangsung dengan khusyuk, dan disambut dengan gema takbir serta ucapan selamat penuh kehangatan dari keluarga besar Muslim Houston.
Professor Yates tampak begitu terharu atas sambutan hangat dari komunitas Muslim Houston, menandai awal perjalanannya menuju kehidupan baru dalam iman Islam. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada sahabatnya, Brother Miftah Rahman, yang selama ini menjadi teladan akhlak dan sumber inspirasi dalam mengenal Islam lebih dekat.
Ia mengungkapkan bahwa perilaku dan karakter baiknya telah memantik keinginannya untuk mempelajari ajaran Islam lebih serius, hingga akhirnya Allah membuka pintu hatinya untuk menerima hidayah.
Setelah menunaikan shalat Zuhur pertamanya sebagai seorang Muslim, Professor Dock Yates menyatakan komitmennya untuk mempelajari Al-Qur’an dan tata cara ibadah dengan lebih mendalam.
Ia juga berencana mengikuti program New Muslim Class (NMC) di Masjid Istiqlal Houston mulai besok sebagai langkah awal dalam perjalanan spiritualnya.
Imam Muthahhir Arif dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “Keluarga besar Masjid Istiqlal Houston mengucapkan selamat datang kepada Brother Dock Yates dalam keluarga besar umat Islam. Semoga Allah senantiasa memberikan kepada beliau keistiqamahan, ketenangan hati, dan keberkahan dalam menapaki jalan iman dan ilmu,” (Senin, 2/2/2026)
Pentingnya Dukungan untuk Muallaf
Seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang memeluk Islam, terutama dalam beberapa dekade terakhir di Amerika Utara, banyak di antara mereka yang menghadapi berbagai tantangan sebagai mualaf. Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi adalah merasa terpinggirkan dari komunitas Muslim, yang kadang-kadang menyebabkan mereka meninggalkan agama Islam.
Namun, sebagai umat Islam, kita semua memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan kepada para “Muallaf.” Dukungan ini sangat penting agar mereka dapat belajar, berkembang, dan berintegrasi dengan keluarga besar umat Muslim. Bantuan yang diperlukan tidak hanya berupa pembelajaran agama, tetapi juga dukungan moral, sosial, dan finansial.
Imam Muthahhir Arif mengungkapkan, “Dengan membantu mereka mengatasi tantangan yang ada, kita bukan hanya memperkuat keimanan mereka, tetapi juga memastikan mereka merasakan keberkahan dalam perjalanan spiritual yang mereka jalani bersama kita.”
Masjid Istiqlal Houston: Simbol Keberagaman Islam Indonesia di Amerika
Masjid Istiqlal yang terletak di kawasan Sugar Land, Houston, Texas, telah menjadi simbol keberagaman Islam Indonesia di Amerika Serikat sejak didirikan pada 2015 oleh komunitas Muslim Indonesia. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial bagi lebih dari 600 jemaah yang berasal dari berbagai latar belakang budaya.
Dr Muthahhir Arif, yang mendapat amanah menjadi imam masjid ini, mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal dibangun dengan tujuan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah warga Indonesia di Amerika, mempererat hubungan silaturahmi antar komunitas Muslim, serta menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda.
Selain itu, masjid ini juga berkomitmen untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal, menjadikannya sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan komunitas Muslim di Amerika Serikat.
Dengan arsitektur khas Indonesia, Masjid Istiqlal Houston tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat budaya yang memperkenalkan tradisi Indonesia di tengah masyarakat Amerika.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News