Ini Desa Penghasil Alat Pertanian Terbesar di Magelang

MAGELANG, HARIAN.NEWS – Nama Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jateng, sudah tak asing lagi. Terutama di kalangan masyarakat petani di daerah ini.
Bagaimana tidak, desa yang berpenduduk 2.448 jiwa itu, adalah salah satu desa di Kabupaten Magelang, penghasil alat-alat pertanian.
“Sebagai daerah industri peralatan pertanian ini sudah sejak dulu. Pengrajin disini sudah turun temurun,” ujar Kepala Dusun Rejosari IV, Desa Rejosari, Syafi’i kepada media ini di kediamannya.
Dijelaskan Syafi’i, peralatan lertanian yang dihasilkan masyarakat di desa tersebut seperti cangkul, sabit, linggis, arit, golok dan berbagai macam alat pertanian lainnya.
Desa Rejosari ini satu-satunya desa penghaail alat pertanian terbesar di Magelang Raya. Bahkan, produk-produknya merambah ke sejumlah daerah lain.
Setidaknya sampai sekarang pengrajin alat-alat pertanian ini masih bertahan dan eksis. Terkait hal ini, Syafi’i ingin Desa Rejosari ini menjadi salah satu wisata penghasil alat-alat pertanian. Sekaligus mempertahankan Rejosari ini sebagai penghasil dan pembuat alat pertanian.
“Ya, kami tentu ingin Desa ini bisa menjadi objek wisata penghasil alat pertanian seperti daerah lain, ada wisata pengrajin tas kulit dan lainnya. Sekaligus pemberdayaan masyarakat yang dari dulu sampai sekarang masih menekuni usaha pembuat alat pertanian,” jelas Syafi’i.
Pada bagian lain, Syafi’i yang juga Kepala Dusun di Desa Rejosari kini tengah berjuang agar desanya bisa mendapat bantuan pembangunan cor blok, slokanisasi, pembuatan jalan usaha tani dan peningkatan bangunan TPQ. Apa yang diperjuangkan itu, tak lain semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligua untuk menunjang sebagai Desa penghasil alat pertanian.
“Saat ini, kami sedang berjuang supaya bisa membuat cor blok jalan Desa sepanjang 350 meter dan lebar 5,5 meter, slokanisasi 150 meter di Dusun Kembang Kuning RT. 16, dan peningkatan penambahan ruangan TPQ. Serta jalan usaha tani cor blok sepanjang 130 meter lebar 3 meter di Dusun Kembang Kuning RT. 17,” kata Syafi’i. (Muis)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News