IOH Bangun AI Center, Target Cetak 10 Ribu Talent di Tahun 2028

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung transformasi digital di Indonesia melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan membangun AI Center dan mencetak 10 ribu talent AI hingga tahun 2028, hasil kerja sama strategis antara IOH dan Aquani Foundation.
Hal ini diungkapkan oleh EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, dalam peluncuran kolaborasi Indosat bersama institusi pendidikan di Makassar.
Ia menyatakan bahwa saat ini Indosat tidak hanya menjadi operator telekomunikasi, tetapi juga dipercaya menjadi perwakilan dalam pengembangan ekosistem AI nasional.
“Kita memang yang dapat kepercayaan untuk menjadi perwakilan. Untuk teman-teman ketahui, Indosat sekarang juga bekerja sama dengan GOTO. Ini adalah salah satu bukti keseriusan kami, dan yang kedua adalah bagaimana kami mensupport AI ini lewat pembangunan AI Center,” ujar Swandi kepada awak media, Rabu (11/06/2025).
Melalui kerja sama dengan Aquani Foundation, Indosat ditargetkan mencetak 10 ribu talenta AI hingga 2028. Untuk mewujudkan hal itu, IOH membentuk Collabination Talent Lab, program yang terdiri atas dua jalur: online dan offline.
“Kalau yang online bisa diakses melalui aplikasi MyIM3 di bagian lifestyle. Sedangkan yang offline, kami turun langsung ke universitas dan sekolah-sekolah SMA. Karena anak-anak muda inilah generasi penerus, dan AI adalah hal yang akan sangat mereka butuhkan ke depan,” jelasnya.
Swandi menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya menyasar dunia pendidikan, tetapi juga pelaku usaha. Diharapkan hadirnya AI Center dan program Collabination Talent Lab ini mampu menciptakan ekosistem bisnis dan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Ini kami harapkan juga mengubah cara pandang dunia kerja. Hari ini, lulusan tidak hanya dinilai dari IPK, tapi lebih pada seberapa besar pengalaman yang dimiliki di dunia nyata. AI bisa menjadi jembatan untuk menyelaraskan pola pikir antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri,” paparnya.
Universitas Ciputra menjadi institusi pendidikan pertama yang berkolaborasi dengan Indosat untuk mendirikan AI Center di wilayah Sulawesi Selatan. Swandi menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat koneksi antara dunia akademik dan kebutuhan industri digital.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News