Isu Organisasi Domino Ganda, PB PORDI Tegaskan Pegang Rekomendasi KONI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan domino sebagai olahraga prestasi nasional di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers usai Rapat Pleno PB PORDI yang digelar di Kantor Sekretariat PB PORDI, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Rapat pleno ini digelar untuk menyikapi dinamika perkembangan olahraga domino di tanah air, termasuk munculnya narasi di sejumlah media terkait keberadaan organisasi lain yang mengatasnamakan olahraga domino dan dikaitkan dengan kehadiran pejabat negara dalam kegiatan tertentu.
PB PORDI menyambut positif tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino. Dalam enam tahun perjalanannya, PORDI menilai domino kini semakin diterima sebagai olahraga prestasi yang tidak hanya dimainkan di tingkat komunitas, tetapi juga telah masuk ke ruang-ruang formal hingga hotel berbintang.
Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa seluruh langkah organisasi tetap merujuk pada mekanisme resmi sesuai arahan KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
PB PORDI juga menegaskan telah mengantongi legalitas badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM berdasarkan rekomendasi KONI Nomor 485 A/UMM/V/2022 tertanggal 24 Mei 2022.
“Dalam rekomendasi tersebut ditegaskan tidak ada organisasi lain yang mengajukan nama dan bidang serupa dengan PORDI. Karena itu kami meyakini komitmen KONI, Menpora, dan Kementerian Hukum tetap konsisten dalam memajukan olahraga prestasi, termasuk domino,” ujar Andi Jamaro.
Rapat pleno yang dihadiri jajaran pengurus harian PB PORDI, termasuk wakil ketua umum, sekretaris jenderal, serta para ketua bidang dan departemen, juga mencermati fakta kehadiran sejumlah pejabat pada deklarasi organisasi lain yang mengklaim bidang olahraga domino.
PB PORDI menilai hal tersebut perlu didudukkan secara proporsional agar tidak menimbulkan kebingungan publik.
Sekretaris Jenderal PB PORDI, Prof. Mansyur Achmad, menambahkan bahwa hingga memasuki usia keenam tahun, PORDI telah memenuhi sebagian besar persyaratan sebagai cabang olahraga baru.
Di antaranya, pelaksanaan lima kali Kejuaraan Nasional Domino, satu kejuaraan lintas negara, terbentuknya kepengurusan di 19 provinsi, serta kepemilikan AD/ART dan pedoman pertandingan resmi.
Selain itu, PB PORDI juga telah mengantongi keterangan dari Majelis Ulama Indonesia terkait kehalalan permainan domino dalam lingkup organisasi, serta memiliki kantor sekretariat tetap sejak awal berdiri.
“Pada prinsipnya, PB PORDI tinggal selangkah lagi memenuhi seluruh persyaratan KONI untuk ditetapkan sebagai cabang olahraga. Dalam waktu dekat kami akan beraudiensi dengan KONI, Menpora, dan Kemenkumham untuk melaporkan kesiapan tersebut sekaligus mengklarifikasi isu adanya kepengurusan ganda olahraga domino,” kata Mansyur.
PB PORDI berharap seluruh pemangku kepentingan tetap konsisten dan sejalan dalam mendorong domino sebagai bagian dari olahraga prestasi nasional yang berjenjang, profesional, dan berkelanjutan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News