Logo Harian.news

Jokowi tak Diundang dalam Rakernas PDIP, Hasto Sebut Alasan Menohok

Editor : Rasdianah Kamis, 23 Mei 2024 10:20
Potret kebersamaan Megawati Soekarnoutri dengan Jokowi di Rakernas PDIP. Foto: ist
Potret kebersamaan Megawati Soekarnoutri dengan Jokowi di Rakernas PDIP. Foto: ist

HARIAN.NEWS, JAKARTA – PDIP akan segera menggelar Rakernas ke-V pada tanggal 24-26 Mei 2024. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan partai belambang banteng tersebut tidak memasukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam daftar undangan.

Ia menegaskan, bahwa yang diundang dalam Rakernas PDIP adalah mereka yang menjaga demokrasi, hukum, dan berkomitmen untuk menegakkan hukum.

“Rakernas PDIP ke-V ini diselenggarakan dalam semangat reformasi untuk melawan sisi gelap kekuasaan,” ujar Hasto, di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip dari liputan6, Rabu (22/5/2024).

Baca Juga : Cukupkan Koalisi di Pilgub Sulsel, Danny-IAS Berebut Rekomendasi PKS

Di sisi lain, Hasto menyatakan bahwa publik telah menyaksikan bahwa pemilu 2024 merupakan pemilu yang paling brutal.

“Dan itu terekam kuat dalam memori publik. Terekam kuat dari apa yang disuarakan oleh para tokoh-tokoh civil society, para guru besar, para ahli hukum dan para seniman bahkan budayawan yang menyimpulkan bahwa pemilu 2024 merupakan pemilu yang paling brutal dalam sejarah demokrasi Indonesia,” kata Hasto

“Diwarnai berbagai bentuk kecurangan yang diawali dengan suatu kontruksi rekayasa hukum di MK,” tegasnya.

Baca Juga : Undur Diri dari Kursi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Dikritik

Hasto juga menegaskan, adanya tiga hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan dissenting opinion atau berbeda pendapat mengenai sengketa pilpres 2024.

Hasto menyatakan hal itulah dasar PDIP hanya mengundang figur-figur yang memiliki semangat dalam menjaga hukum dan demokrasi.

“Dari spirit itu yang tentu diundang adalah mereka-mereka yang memiliki spirit di dalam menjaga demokrasi hukum. Menegakkan negara hukum, menegakkan demokrasi yang berkedaulatan rakyat,” ujar Hasto.

Baca Juga : Infrastruktur tak Siap, Jokowi Batal Ngantor di IKN Juli 2024

Lebih lanjut, Hasto menegaskan, PDIP memiliki pijakan yang sangat kuat terhadap sejarah. Apalagi, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri juga punya pengalaman melawan rezim otoriter Orde Baru.

“Itulah yang akan diundang PDI Perjuangan di dalam Rapat Kerja Nasional yang ke-V,” tegas Hasto

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda