Kades Salubulo Gandeng PT Mars, Kakao Tembus Pasar Global

Kades Salubulo Gandeng PT Mars, Kakao Tembus Pasar Global

PT Mars Serap Kakao Basah Petani Mamasa

HARIAN.NEWS, MAMASA– Sebuah langkah besar diambil untuk menyejahterakan petani kakao di wilayah Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa.

Kepala Desa Salubulo, Rintoris berhasil menjalin kemitraan strategis dengan salah satu raksasa industri cokelat dunia, PT Mars Symbioscience Indonesia, guna menyerap langsung hasil panen masyarakat.

Kerja sama ini secara resmi memulai simulasinya di Salubulo pada hari ini. Fokus utamanya adalah pengambilan kakao basah dengan kualitas standar perusahaan namun tetap mengikuti dinamika harga global.

Solusi di Tengah Curah Hujan Tinggi

Pemilihan fokus pada penjualan biji kakao basah ini merupakan langkah taktis mengingat kondisi cuaca di wilayah Mamasa.

“Kami fokus pada penjualan basah dulu, mengingat curah hujan yang tinggi saat ini sangat menyulitkan petani untuk proses pengeringan. Dengan menjual biji basah, kualitas tetap terjaga dan petani lebih cepat mendapatkan hasil,” ungkap Rintoris, Kepada Harian.news Melalui WhatsApp, Sabtu, 9,5/2026

Dalam simulasi yang dilakukan di Salubulo hari ini, harga yang ditawarkan terbukti mampu bersaing dan memberikan keuntungan lebih bagi petani, Harga Biji Kakao Basah,Rp22.500/kg, Biji Kakao Kering, Rp66.000/kg (sebagai perbandingan standar global).

Untuk tahap awal di musim ini, pengangkutan dilakukan menggunakan armada mobil pickup dengan intensitas tiga kali pemberangkatan. Namun, ini hanyalah permulaan.

“Target kedepannya, jika sistem ini sudah berjalan stabil, masyarakat dapat melakukan penjualan setiap hari. Pungkasnya

Kehadiran PT Mars Symbioscience Indonesia di Kecamatan Bambang diyakini akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru.Harapan besar kini digantungkan pada keberlanjutan program ini agar mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat di Salubulo dan desa-desa lain di sekitarnya.

Dengan adanya jaminan pasar dari perusahaan besar, petani di Kecamatan Bambang kini memiliki kepastian bahwa jerih payah mereka dihargai dengan layak sesuai standar dunia.

Terobosan dari Kepala Desa Salubulo ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat bersama perusahaan besar, potensi lokal di pelosok Mamasa mampu bersaing di panggung global sekaligus memutus rantai distribusi yang selama ini memberatkan petani. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ASWIN