Kanwil Ditjenpas dan BNNP Sulsel Perkuat Pengawasan Narkoba di Lapas/Rutan 

Kanwil Ditjenpas dan BNNP Sulsel Perkuat Pengawasan Narkoba di Lapas/Rutan 

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Pemberantasan peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan konsisten dan koordinasi lintas lembaga yang berkelanjutan.

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan (Sulsel), Hernowo Sugiastanto, dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Drs. Agung Prabowo, di Kantor BNNP Sulsel, Kamis (15/10/2026).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi, pertukaran informasi, serta deteksi dini terhadap potensi peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan).

 

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menjaga agar pelaksanaan pembinaan warga binaan berlangsung dalam lingkungan yang aman dan tertib.

 

Penguatan sinergi antara Ditjenpas dan BNNP menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kerawanan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar informasi yang relevan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing, terutama dalam mendukung upaya pencegahan dan mendeteksi indikasi pelanggaran sejak dini.

 

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menyatakan dukungannya terhadap langkah penguatan koordinasi tersebut. Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, menegaskan bahwa kerja sama dengan aparat terkait merupakan bagian penting dari komitmen membangun lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

 

Menurutnya, upaya pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan ketika pelanggaran terjadi. Pengawasan yang konsisten, pencegahan berkelanjutan, dan koordinasi dengan instansi berwenang menjadi unsur penting untuk menjaga keamanan serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

 

Dalam konteks tersebut, deteksi dini memiliki peran strategis untuk mengidentifikasi potensi kerawanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

 

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada pelaksanaan pengawasan di lapangan, tindak lanjut atas informasi yang diperoleh, serta evaluasi berkala terhadap langkah pencegahan yang dijalankan.

 

Selain menjaga keamanan, upaya mewujudkan pemasyarakatan bersih dari narkoba juga berkaitan langsung dengan integritas petugas dan kualitas pembinaan warga binaan.

 

Lingkungan yang terbebas dari peredaran narkotika diharapkan dapat mendukung proses pembinaan secara optimal serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.

 

Bagi Rutan Kelas I Makassar, dukungan terhadap sinergi Ditjenpas Sulawesi Selatan dan BNNP Sulawesi Selatan merupakan bagian dari komitmen memperkuat pengawasan dan pencegahan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada koordinasi formal, tetapi berlanjut dalam langkah konkret yang dapat diterapkan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.

 

Konsistensi menjadi faktor penentu dalam agenda pemberantasan narkotika. Koordinasi yang kuat perlu berjalan beriringan dengan pengawasan yang terukur, mekanisme pelaporan yang jelas, serta tindak lanjut terhadap setiap indikasi pelanggaran berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

Rutan Kelas I Makassar juga mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba. Komitmen ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan peredaran narkotika sekaligus menjaga agar fungsi pembinaan warga binaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News