Kapan Nuzulul Quran 2026? Simak Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Kapan Nuzulul Quran 2026? Simak Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Umat Muslim di Indonesia dan seluruh dunia akan memperingati Nuzulul Quran pada Jumat malam, 6 Maret 2026 bertepatan 17 Ramadan 1447 H. Malam bersejarah ini menandai turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Makkah.

Peristiwa agung yang terjadi lebih dari 14 abad silam ini bukan sekadar momentum historis, melainkan titik balik peradaban manusia. Dari gua yang sunyi di Jabal Nur itulah, cahaya petunjuk Allah SWT mulai menyinari dunia, membawa transformasi spiritual dan intelektual bagi umat manusia.

Sejarah Turunnya Wahyu Pertama

Berdasarkan riwayat shahih, Rasulullah SAW saat itu berusia 40 tahun dan tengah bertahannuts (berkontemplasi) di Gua Hira. Dalam keheningan malam, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama berupa lima ayat awal Surat Al-‘Alaq.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,” demikian bunyi ayat pertama yang diterima Baginda Nabi. Perintah “Iqra” (bacalah) ini menjadi fondasi utama Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan literasi.

Kaitan dengan Lailatul Qadar

Para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal pasti Nuzulul Quran. Namun, mayoritas berpendapat bahwa wahyu pertama turun pada 17 Ramadan. Peristiwa ini erat kaitannya dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Qadr.

“Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, ‘Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).'” jelas Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian.

Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Qur’an memiliki keutamaan luar biasa. Di antara keutamaannya adalah:

1. Malam Turunnya Petunjuk Ilahi – Al-Qur’an yang diturunkan pada malam ini menjadi pedoman hidup umat manusia hingga akhir zaman.

2. Malam Penuh Berkah – Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3-4, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”

3. Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan – Bagi mereka yang menghidupkannya dengan ibadah, pahalanya setara dengan beribadah selama 1000 bulan atau lebih dari 83 tahun.

Cara Menghidupkan Malam Nuzulul Quran

Menyambut malam istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah. Berikut amalan yang dapat dilakukan:

1. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Al-Quran dan mahir dalam membacanya, maka dia akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari No. 4937, Muslim No. 798)

Ustadzah Oki Setiana Dewi mengingatkan, tidak perlu berkecil hati jika belum lancar membaca Al-Quran. “Yang penting ada usaha. Allah menghargai setiap huruf yang kita baca, bahkan yang terbata-bata pun mendapat dua pahala,” tuturnya.

2. Tadabbur dan Tafsir Al-Quran

Selain membaca, penting pula untuk memahami makna dan kandungan Al-Quran. Tadabbur membantu umat Muslim menginternalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

3. Shalat Malam dan Doa

Perbanyak shalat sunnah seperti shalat Tahajud, Hajat, dan Taubat. Malam Nuzulul Quran adalah waktu mustajab untuk berdoa.

4. Sedekah dan Amal Sosial

Implementasi nilai Al-Qur’an tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian sosial. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 43, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”

Al-Qur’an sebagai Solusi Hidup

Di tengah kompleksitas masalah modern, Al-Quran tetap relevan sebagai solusi. Allah SWT menjanjikan dalam Surat Al-Isra’ ayat 9, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”

Prof Dr Quraish Shihab dalam berbagai tulisannya menekankan, Al-Quran bukan sekadar teks suci untuk dibaca, tetapi pedoman hidup yang harus diamalkan. “Nuzulul Quran harus menjadi momentum untuk kembali kepada Al-Quran, menjadikannya sebagai way of life, bukan sekadar pajangan di rak buku,” pesannya.

Momentum Refleksi Diri

Peringatan Nuzulul Quran 2026 ini hendaknya menjadi momen introspeksi. Sudah sejauh mana interaksi kita dengan Al-Quran? Apakah Al-Quran telah benar-benar menjadi petunjuk dalam setiap langkah kehidupan?

Mari kita manfaatkan Jumat malam besok untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Quran. Perbanyak tilawah, tadabbur, dan amalkan nilai-nilainya. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat cahaya petunjuk dari Al-Quran di dunia dan syafaatnya di akhirat kelak.

Selamat memperingati Nuzulul Quran 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG