Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Kunjungi Fasilitas cGMP CryoCord, Dorong Masa Depan Teknologi Sel dan Gen Global

HARIAN.NEWS, MALAYSIA – Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi BPOM RI ke fasilitas dan kantor pusat cryocord di Cyberjaya, Jumat (22/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis BPOM RI dalam memperkuat pengembangan teknologi sel dan gen, regenerative medicine, serta inovasi layanan kesehatan modern berbasis riset dan manufaktur berteknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut yakni dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., Staf Khusus BPOM RI, Hj. Noor Arina Arsyad selaku Staf Khusus BPOM RI, Kepala Biro Umum BPOM RI Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes., Kepala Biro SDM BPOM RI Irwansyah, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI dr. Elfie Ikrar, serta sejumlah pejabat BPOM RI lainnya.
Hadir pula Afriansyah Noor selaku Wakil Menteri Tenaga Kerja RI dan Andi Rudi Latif selaku Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dari pihak cryocord kunjungan tersebut turut dihadiri James Then selaku Managing Director CryoCord Group serta Ira Gaffar selaku Country Manager CryoCord Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi BPOM RI meninjau langsung fasilitas laboratorium mutakhir dan pusat riset CryoCord yang telah bersertifikasi cGMP.
Fasilitas tersebut dikenal sebagai salah satu manufaktur teknologi sel terbesar di Asia Tenggara yang mendukung pengembangan terapi berbasis sel dan gen modern. Selain itu, fasilitas tersebut juga telah terakreditasi AABB, bersertifikasi ISO 15189, dilengkapi ruang steril Kelas 100, serta fasilitas Biosafety Level 2 (BSL-2).
Taruna Ikrar menilai perkembangan teknologi sel dan gen menjadi salah satu arah penting masa depan layanan kesehatan global, khususnya dalam pengembangan terapi presisi, regenerative medicine, dan pengobatan berbasis imunologi modern. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem inovasi kesehatan yang berbasis ilmu pengetahuan, keamanan produk biologi, dan hilirisasi riset kesehatan.
“Kemajuan teknologi kesehatan modern membutuhkan sinergi antara regulator, industri, akademisi, dan pusat riset agar inovasi yang lahir tetap mengedepankan aspek keamanan, mutu, dan manfaat bagi masyarakat. Konsep ABG atau Academic, Business, Government menjadi jembatan penting untuk menghadirkan inovasi kesehatan yang berdaya saing global,” ujar Taruna Ikrar di sela kunjungan.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan modern di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, investasi dan kolaborasi strategis dalam bidang teknologi sel dan gen dinilai penting untuk mendukung kemandirian layanan kesehatan nasional sekaligus mempercepat transformasi industri kesehatan berbasis inovasi.
Sementara itu, cryocord dikenal sebagai salah satu organisasi teknologi sel dan gen terkemuka di Asia Tenggara. Berdiri sejak 2002, perusahaan tersebut awalnya fokus pada layanan penyimpanan darah tali pusat sebelum berkembang ke berbagai teknologi mutakhir seperti sel punca mesenkimal (MSCs), induced pluripotent stem cells (iPSCs), extracellular particles (EPs), Natural Killer Cell (NK Cell), Cytokine-Induced Killer Cell (CIK), hingga pengembangan CAR T-cell untuk terapi berbasis imunologi modern.
Hingga saat ini, CryoCord telah mengantongi 12 paten di Malaysia dan tiga paten di Amerika Serikat sebagai bentuk komitmen terhadap inovasi layanan kesehatan tingkat lanjut. Selain memiliki pusat utama di Bio-X Centre Cyberjaya, CryoCord juga telah memiliki kantor cabang dan laboratorium di Jakarta, Indonesia.
Kunjungan BPOM RI ke CryoCord diharapkan membuka peluang pertukaran wawasan, penguatan jejaring riset regional, peningkatan investasi teknologi kesehatan, serta kerja sama strategis dalam pengembangan teknologi sel dan gen untuk masa depan layanan kesehatan modern di kawasan Asia Tenggara.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News