Ketua GAMKI Mamasa Sayangkan Proses Seleksi Komisioner KPU Mamasa

Ketua GAMKI Mamasa Sayangkan Proses Seleksi Komisioner KPU Mamasa

Yustiyanto Tallulembang: Peserta Seleksi Bukan Asli Mamasa

MAMASA HARIAN NEWS – Sebanyak 51 calon anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kini memasuki babak 20 besar.

Itu setelah mereka melalui seleksi di Kabupaten Polman, beberapa waktu lalu. Dari hasil seleksi, sejumlah nama-nama peserta yang berhasil melaju ke babak 20 besar, selanjutnya akan mengikuti penjaringan menuju10 besar hingga lima besar.

Untuk menuju 10 besar, para peserta masih akan mengikuti beberapa tahapan, diantaranya tes kesehatan dan juga wawancara. Setelah berhasil melampaui dua tes tersebut, peserta akan dinyatakan masuk 10 besar kemudian dari jumlah itu akan dipilih menjadi lima besar oleh KPU Republik Indonesia.

Namun nama-nama yang berhasil masuk 20 besar, terdapat beberapa diantaranya yang bukan merupakan asli orang Mamasa dan tidak berdomisili di Kabupaten Mamasa. Hingga mendapat sorotan dari publik, termasuk Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Cabang Mamasa ( GAMKI Mamasa).

Bukan hanya KPU, tetapi calon anggota Bawaslu juga demikian, dari 33 orang yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 12 orang yang berhasil masuk ke babak selanjutnya yakni 12 besar. Namun, dari 12 nama-nama itu juga terdapat nama yang bukan merupakan orang asli Mamasa.

Hal tersebut, disayangkan Ketua GAMKI Mamasa, Yustianto Tallulembang, ia mengatakan mestinya Tim Seleksi (Timsel) selektif dalam menentukan calon anggota KPU dan juga Bawaslu. Sebab, Kabupaten Mamasa ini berbeda dengan daerah lain, utamanya kultur dan budaya.

Anggota KPU dan Bawaslu Kabupaten Mamasa yang akan terpilih nantinya, diharapkan dapat memahami situasi dan kondisi masyarakat Mamasa secara umum. Sehingga, diharapkan kepada Tim Seleksi agar dapat merekomdasikan orang asil dan benar-benar berdomisili di wilayah Kabupaten Mamasa.

Sebab, ada banyak persolan yang menjadi keresahan sosial masyarakat di Kabupaten Mamasa, kaitannya dengan Pemilihan Umum (Pemilu) yang mesti mampu dijawab oleh Komisioner nantinya. Hal ini tentu sangat penting untuk menjadi perhatian bagi Timsel dalam menentukan anggota Komisioner KPU.

“Jadi kita berharap orang yang menduduki jabatan Komisioner KPU merupakan asil orang Mamasa yang paham kearifan lokal,” kata Yustianto Tallulembang, Senin 17 Juli 2023.

Ia mengatakan, apabila orang dari luar yang datang hanya ingin menjadi Komisioner KPU di Kabupaten Mamasa, dikwatirkan tidak paham dan tidak mengerti budaya dan kearifan lokal Mamasa secara umum. Sehingga, besar harapan anggota Komisioner KPU Mamasa merupakan orang asli dan benar-benar berdomisili di Kabupaten Mamasa.

Selain itu, perlu diketahui bahwa orang-orang Mamasa ini juga banyak yang memiliki kemampuan untuk menjadi penyelenggara. Namun, apa jadinya ketika mereka disingkirkan hanya karena kedekatan dan hal-hal yang lain.

“Banyak sekali putra-putri terbaik Mamasa yang memiliki kemampuan di bidang itu, harusnya kita dorong, jangan lagi orang luar yang datang,” tandasnya.

Mestinya kata dia, itu yang diprioritaskan dan didorong, karena diyakini mereka juga mampu untuk menduduki jabatan Komisioner KPU dan juga Bawaslu. Jika tidak demikian, tentu akan muncul persepsi yang buruk di masyarakat dan tentu akan menjadi polemik lagi.

“Kenapa orang lain harus datang di Mamasa kalau di daerah kita juga banyak orang yang memiliki kemampuan,” tutupnya. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : Jupran Panandang