Kisah Sukses Arlia Fitri Meniti Karier di Dunia Pasar Modal Korea

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Lima tahun terakhir, Arlia Fitri Rahman menjalani karier sebagai Gallery Manager di PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia Branch Makassar.
Posisi tersebut menjadi perjalanan panjang yang ia raih lewat proses belajar, pengalaman organisasi, hingga keberanian menghadapi dunia kerja.
Alumni Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia itu mengaku bekal selama kuliah sangat membantunya beradaptasi di lingkungan profesional, khususnya di bidang pasar modal yang kini menjadi dunia kerjanya.
“Selama kuliah kami tidak hanya belajar teori, tapi juga banyak praktik. Dari situ saya mulai mendapat gambaran tentang dunia kerja dan bagaimana membangun relasi yang baik,” ujar Arlia, Kamis (7/5/2026).
Ia mengatakan mata kuliah pasar modal menjadi salah satu bekal penting yang membantunya memahami pekerjaan yang kini dijalani.
Kesempatan magang yang diberikan kampus juga membuatnya lebih siap menghadapi dunia profesional.
“Teori yang kami dapat di bangku kuliah bisa langsung diterapkan saat magang maupun ketika sudah bekerja,” katanya.
Bagi Arlia, pengalaman organisasi semasa kuliah juga memberi pengaruh besar terhadap perkembangan dirinya.
Dari organisasi, ia belajar tentang tanggung jawab, membangun relasi, bernegosiasi, hingga berbicara di depan umum.
“Dari pengalaman organisasi saya bisa survive di lingkungan kerja saat ini,” tambahnya.
Bekerja di perusahaan sekuritas asal Korea Selatan itu, menurut Arlia, menghadirkan banyak pengalaman baru.
Ia merasa beruntung karena berada di lingkungan kerja yang mendukung pengembangan diri dan membuka banyak relasi profesional.
“Senangnya karena saya sudah punya dasar ilmu pasar modal sejak kuliah, jadi saat bekerja tinggal memperdalam lagi. Lingkungan kerjanya juga sehat dan mendukung berkembang,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui setiap pekerjaan tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah harus terus belajar hal-hal baru, termasuk beradaptasi dengan bahasa Korea.
“Yang paling susah mungkin bahasa Koreanya,” katanya sambil tertawa.
Di akhir wawancara, Arlia berpesan kepada mahasiswa maupun alumni agar terus mengasah kemampuan diri jika ingin mampu bersaing di dunia kerja.
Menurutnya, ilmu tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi juga harus dicoba dan dipraktikkan secara langsung.
“Tentukan kemampuan yang paling dominan dalam diri kita lalu perkuat dengan action. Dunia kerja penuh tantangan, jadi jalani dengan ikhlas, jujur, dan amanah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bekerja bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menemukan pengalaman dan pembelajaran baru dalam kehidupan profesional.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News