Kisruh Anggaran Kesehatan di Gowa: Rapat Pembahasan RAPBD Perubahan 2023 Berpotensi Deadlock

Kisruh Anggaran Kesehatan di Gowa: Rapat Pembahasan RAPBD Perubahan 2023 Berpotensi Deadlock

Penolakan Terhadap RAPBD Gowa 2023 Jika Anggaran Kesehatan Tidak Ditambah

HARIAN.NEWS,GOWA – Rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2023 di Kabupaten Gowa terancam mengalami deadlock akibat berbagai permasalahan terkait anggaran kesehatan yang belum terselesaikan dengan RSUD Syech Yusuf dan Dinas Kesehatan.

Beban utang RSUD Syech Yusuf yang mencapai angka yang signifikan dan ancaman mogok kerja dari puluhan tim medis menjadi sorotan utama DPRD Gowa. Selain itu, permasalahan birokrasi yang kompleks seperti dana Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) senilai 1 Milyar yang dianggarkan oleh Dinas Kesehatan namun digunakan oleh RSUD, serta ketidakjelasan arahan pemerintah pusat terkait program BPJS dan kerjasama antar SKPD juga menjadi fokus perhatian.

Anggota Badan Anggaran DPRD Gowa menekankan perlunya peningkatan alokasi anggaran untuk pelayanan kesehatan sebagai komitmen terhadap hak rakyat dan janji politik Pemkab Gowa. Desakan ini disambut oleh Plh. Sekda Gowa Karim Dania, yang menjelaskan bahwa masih ada sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan terkait alokasi anggaran tersebut.

Namun, Muhamad Ramli Siddiq Dg Rewa dari PPP Gowa menyatakan bahwa jika pihak eksekutif tidak bersedia menerima usulan peningkatan anggaran pelayanan kesehatan, maka mereka akan menolak pembahasan RAPBD Perubahan 2023.

Sengketa dan ketidakpastian terkait alokasi anggaran pelayanan kesehatan menjadi tantangan serius dalam pembahasan RAPBD Perubahan 2023 di Gowa.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN