Komitmen UMKM Diingkari! Bupati Gowa Semprot Ritel Modern

HARIAN.NEWS, GOWA — Komitmen manis di atas kertas berubah menjadi kekecewaan di lapangan. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mendapati fakta pahit saat inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gerai retail modern di Kecamatan Bajeng dan Bontonompo, Jumat (12/6/2026). Ruang pajang untuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal masih sangat minim, tak ubahnya sekadar pajangan tanpa makna.
Padahal, perjanjian telah bulat. Namun realita berkata lain. Bupati yang akrab disapa Husniah ini pun angkat bicara dan mengultimatum pengelola ritel. “Saya melihat produk UMKM yang dipajang masih sangat sedikit. Padahal Kabupaten Gowa memiliki sekitar 500 produk unggulan yang layak masuk ke retail modern. Ruang bagi UMKM harus segera diperluas sesuai komitmen!” tegasnya di lokasi sidak .
Bupati Gowa tidak main-main. Ia memberi waktu hanya satu minggu bagi seluruh pengelola ritel modern untuk segera memenuhi kewajiban alokasi ruang display minimal 30 persen untuk produk-produk kebanggaan masyarakat Gowa . Ultimatum ini menjadi penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa serius memberdayakan ekonomi lokal, bukan sekadar wacana.
Tidak hanya soal rak display, dalam sidak yang dikawal Ketua Dinas PMPTSP, Dinas PUPR, hingga Kasatpol PP ini, Bupati Husniah juga menyoroti aspek perizinan dan penyerapan tenaga kerja . Ia menegaskan, investasi ritel modern dipersilakan masuk, tetapi syarat mutlaknya adalah kepatuhan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami membuka kesempatan kepada investor untuk masuk ke Kabupaten Gowa. Namun masyarakat sekitar harus dilibatkan, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pemberian ruang bagi produk-produk UMKM lokal,” ujarnya menekankan syarat investasi yang berpihak pada rakyat .
Beberapa catatan kritis pun dilayangkan Bupati. Selain perluasan ruang display, ia meminta retail modern memfasilitasi warga sekitar dengan memberikan ruang usaha di pelataran parkir. Tak ketinggalan, perekrutan karyawan pun wajib memprioritaskan 70 persen tenaga kerja lokal asal Gowa . Ini bukan sekadar permintaan, ini adalah bagian dari kontribusi sosial perusahaan yang harus dijalankan.
Menyikapi instruksi tegas orang nomor satu di Gowa ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Muh Fajaruddin, bergerak cepat. Ia memastikan bahwa ketersediaan pasokan produk UMKM bukanlah masalah. Dengan total lebih dari 68.000 unit UMKM di Gowa dan 596 produk unggulan di antaranya, pasokan siap melimpah ruah . Pihaknya berkomitmen mengawal ketat pemenuhan kewajiban ini dan mengevaluasi izin bagi ritel yang bandel .
Kasus ini menjadi ujian nyata bagi keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekonomi kerakyatan. Komitmen untuk melindungi UMKM harus terwujud dalam kebijakan yang konsisten, bukan sekadar janji manis di atas kertas.
Langkah tegas Bupati Gowa menjadi sinyal kuat bahwa industri ritel modern tidak boleh menjadi “karpet merah” yang justru mematikan usaha kecil di sekitarnya, melainkan menjadi mitra strategis yang saling menguntungkan .***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN