Korem 072/Pamungkas Gelar Komsos

Korem 072/Pamungkas Gelar Komsos

YOGYAKARTA, HARIAN.NEWS – Dalam rangka menjalin tali silaturahmi, Korem 072/Pamungkas menyelenggarakan komunikasi sosial (Komsos) dengan komponen masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gelaran Komsos ini berlangsung di serambi Makorem 072/Pamungkas Jalan Reksobayan No. 4, Kota Yogyakarta, DIY, Selasa, 5 September 2023.

Tema Komsos kali ini adalah “Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi di Indonesia”.

Untuk diketahui, Komsos merupakan bagian dari metode pembinaan teritorial yang dilaksanakan antara prajurit TNI AD dengan komponen bangsa. Diantaranya aparat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat maupun komponen lainnya.

Dalam sambutan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo dibacakan oleh Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Hotlan Maratua Gurning mengatakan bahwa Indonesia adalah suatu negara kesatuan yang berbentuk Republik atau dikenal NKRI yang didalamnya ada kehidupan berbangsa dan bernegara terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan.

“Bangsa kita ini semboyannya Bhinneka Tunggal Ika,
dimana perbedaan atau keragaman bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia merupakan bukti bahwa Indonesia dengan keberagamannya, harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural,” ujar Kasrem mengutip sambutan tertulis Danrem 072/Pmk.

Masih kata Kasrem, menyampaikan amanat Danrem 072/Pmk, keberagaman yang ada pada Bangsa Indonesia adalah suatu hal yang indah dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, harus berpikiran positif dengan perbedaan-perbedaan yang ada agar dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Dengan begitu, persatuan bangsa ini kokoh dan kuat.

Sementara itu, Nur Ahmad Ghazali, Kepala Sub Bagian Organisasi Tata Laksana Kanwil Kemenag DIY menambahkan bahwa moderasi beragama sudah dijamin oleh negara melalui Pasal 29 Ayat 2.

“Saya kira kita ketahui bersama Pasal 29 Ayat 2 yaitu negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya” kata Nur Ahmad Ghazali.

Dijelaskan bahwa ciri moderasi beragama ada 4 yaitu komitmen berbangsa dan bernegara, toleransi dengan menghormati perbedaan dan memberikan ruang orang lain untuk berkeyakinan, anti kekerasan, penerimaan terhadap tradisi. (Muis)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News