Lansia 102 Tahun Akhirnya Pulih Usai Jalani Operasi Pinggul di Malaysia

Lansia 102 Tahun Akhirnya Pulih Usai Jalani Operasi Pinggul di Malaysia

HARIAN.NEWS, MALAYSIA – Seorang pasien lansia berusia 102 tahun akhirnya bisa berdiri dan berjalan dua hari setelah menjalani operasi pinggul di Sunway Medical Centre, Malaysia.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu contoh penanganan medis lansia dengan pendekatan cepat dan terintegrasi.

Pasien yang akrab disapa Popo itu sebelumnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami jatuh hingga menyebabkan neck of femur fracture atau patah tulang pada bagian leher femur di area pinggul.

Cedera tersebut umum terjadi pada lansia akibat kondisi tulang yang rapuh dan berisiko memicu penurunan kondisi fisik jika tidak segera ditangani.

Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan operasi dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pasien dirawat.

Penanganan dilakukan melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), sistem penanganan terpadu bagi pasien patah tulang lansia.

Operasi dipimpin dokter spesialis ortopedi Dr Jeffrey Jaya Raj bersama tim dokter geriatri, anestesi, dan rehabilitasi medis.

“Intervensi dini menjadi faktor penting agar pasien dapat kembali bergerak dan mengurangi risiko komplikasi akibat terlalu lama berbaring,” ujar Dr Jeffrey, Minggu (24/05/2026).

Popo menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yakni operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk meminimalkan tekanan fisik pada pasien usia lanjut.

Operasi dilakukan menggunakan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total dan berlangsung sekitar satu jam.

Sehari setelah operasi, pasien mulai menjalani rehabilitasi dan sudah mampu berdiri serta berjalan dengan bantuan tim medis.

Menurut pihak rumah sakit, Popo menjadi salah satu pasien tertua yang menjalani operasi pinggul di fasilitas tersebut.

Keberhasilan pemulihan juga didukung pendampingan keluarga selama masa perawatan.

Selain tindakan operasi, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk membantu pasien memulihkan kemampuan mobilitas dan menjaga kondisi fisik tetap stabil.

Pihak Sunway Medical Centre menyebut penanganan kasus lansia membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari layanan gawat darurat, operasi, hingga rehabilitasi medis agar pasien dapat memperoleh pemulihan optimal.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News