Legislator Partai Gerindra bersama BKKBN Sulbar Kampanyekan Percepatan Penurunan Stunting bagi Remaja

POLEWALI, HARIAN.NEWS – Sebagai upaya mencegah dan menurunkan angka stunting menjadi 14 persen sesuai target pemerintah pada 2024 mendatang, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat menggelar “Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI” yang menghadirkan 200 Remaja usia sekolah di Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (26/11/2022).
Bersama dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal, kegiatan ini menyasar siswa Sekolah Menengah Atas untuk diberikan edukasi mengenai stunting dan dampak dari pernikahan usia anak yang angkanya mencapai 17.630 perkawinan anak .
“Persoalan stunting di Sulawesi Barat tentunya berkaitan dengan tingginya tingkat perkawinan anak yang terjadi di masyarakat,” ujar Nuryamin, Selaku Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar.
Sulawesi Barat berada pada peringkat ke-2 terkait persoalan stunting dan peringkat ke-4 jumlah perkawinan anak di Indonesia. Untuk itu BKKBN melibatkan generasi muda melalui program Generasi Berencana (GenRe) agar tidak melakukan perkawinan anak.
“Banyak dampak yang ditimbulkan dengan adanya perkawinan anak, salah satunya adalah stunting. Generasi kita kedepannya kurang memiliki daya saing dan jangka panjang akan mudah terkena penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, lever, diabetes, kolesterol dan penyakit lainnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Andi Ruskati mengutarakan pentingnya kesadaran untuk melakukan pencegahan terjadap pernikahan usia anak. Remaja sebagai penerus bangsa diharapkan mampu membentuk karakter kritis yang mampu menyumbangkan pemikiran-pemikiran mereka tentang masa depan bangsa.
“Untuk mencegah stunting, hindari pernikahan anak secara dini, karena para remaja ini belum mampu memikirkan kehidupan untuk berumah tangga. Kami menginginkan anak-anakku ini melanjutkan sekolah sampai ke jenjang tertinggi,” kata Ruskati.
Menururt legislator perempuan asal Sulawesi Barat ini, remaja merupakan potensi besar dalam melanjutkan pembangunan dan menjadi bagian dalam upaya penurunan stunting khususnya di Sulawesi Barat. Ia juga meminta agar apa yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat disharing kepada rekan-rekan yang ada di sekolah, kelompok dan komunitas sehingga nantinya tidak ada lagi generasi yang lahir dalam keadaan stunting.
“Mari kita bersama-sama mendukung program yang telah dicanangkan oleh pemerintah, dalam hal ini kami bersama BKKBN membutuhkan partisipasi dan peran dari para remaja untuk memberikan dukungan dalam menurunkan angka prevalansi stunting di Sulawesi Barat,” tutupnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News