Lewat Workshop di Lantebung, Anjaliekhan Dorong Ibu Pengolah Kepiting Naik Kelas

Lewat Workshop di Lantebung, Anjaliekhan Dorong Ibu Pengolah Kepiting Naik Kelas

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Upaya penguatan peran perempuan dalam ekonomi lokal terus dilakukan melalui kegiatan workshop bertajuk “From Informal Work to Formal Recognition”.

Kegiatan ini digelar di Kawasan Wisata Mangrove Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Workshop tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan perempuan, khususnya bagi ibu-ibu pengolah kepiting yang selama ini berperan penting dalam rantai ekonomi dan pariwisata lokal, namun masih berada di sektor kerja informal.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPC Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Kota Makassar bersama Andi Aisyah Anjaliekhan Kilat, S.T., M.Sc., Runner-Up II Puteri Indonesia Sulawesi Selatan 2026.

Melalui program advokasi bertajuk #EmpowHER. Program ini menyasar perempuan yang membutuhkan pendampingan serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Andi Aisyah Anjaliekhan Kilat menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong pengakuan formal terhadap kerja perempuan yang selama ini kerap luput dari perhatian.

“Banyak ibu-ibu pengolah kepiting yang sudah bekerja dengan standar tinggi, namun masih dianggap sebagai pekerja informal. Melalui workshop ini, kami ingin membantu mereka memahami standar, akses, dan pengakuan agar kerja mereka diakui secara formal dan berkelanjutan,” ujar Anjaliekhan.

Kelompok Melati, komunitas ibu-ibu pengolah kepiting di Kawasan Desa Wisata Lantebung, menjadi salah satu sasaran utama kegiatan. Mereka dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan agar mampu naik kelas dan memperluas jejaring usaha.

Workshop ini mendapat dukungan penuh dari Ketua TP PKK Kota Makassar, serta dihadiri oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ketua TP PKK Kecamatan Tamalanrea, Ketua TP PKK Kelurahan Bira serta RT/RW yang ada di kelurahan Bira. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Melalui pendekatan ACCESS – STANDARDS – RECOGNITION, peserta dibekali pemahaman praktis terkait standar higienitas pengolahan kepiting yang dapat diterapkan dari skala rumah tangga hingga standar industri.

Anjaliekhan menambahkan, peningkatan kapasitas perempuan di sektor pengolahan hasil laut juga berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan pariwisata.

“Ketika perempuan diberdayakan dan usahanya naik kelas, dampaknya tidak hanya pada ekonomi keluarga, tetapi juga pada kualitas destinasi wisata dan kepercayaan pasar,” katanya.

Penerapan standar tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih stabil, meningkatkan kepercayaan mitra usaha, serta memperkuat posisi perempuan dalam rantai industri pengolahan hasil laut.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kerja ibu-ibu pengolah kepiting memiliki kontribusi penting bagi industri dan pariwisata lokal, sehingga layak mendapatkan pengakuan formal yang berdampak pada kesejahteraan keluarga dan keberlanjutan kawasan Desa Wisata Lantebung.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News