Liburan Berakhir Pilu, 2 Remaja Tewas di Air Terjun Cekala

Liburan Berakhir Pilu, 2 Remaja Tewas di Air Terjun Cekala

Liburan Foto-foto Berakhir Maut, 2 Remaja Putri Terseret Arus Ganas Air Terjun Cikala, Bantaeng

HARIAN.NEWS, BANTAENG – Rencana liburan santai untuk berfoto dan bermain air di alam terbuka berubah menjadi tragedi paling pilu bagi dua remaja putri asal Bantaeng, Sulawesi Selatan. Eva (18) dan Dilla (18) ditemukan tewas setelah tubuh mereka tak mampu melawan ganasnya arus sungai di kawasan Air Terjun Cekala,  Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Minggu (12/4/2026) sore.

Nyawa melayang begitu cepat. Air yang awalnya tampak jernih dan menenangkan tiba-tiba menjelma menjadi aliran putih yang menghanyutkan. Kedua gadis itu terseret di depan mata teman-teman mereka sendiri.

Kronologi Mencekam di Balik Gemericik Air

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Menurut laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, korban awalnya datang bersama rombongan teman untuk sekadar melepas penat. Suasana ceria terlihat saat mereka berfoto dengan latar belakang air terjun yang indah di Dusun Janna Jannayya, Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa.

Namun, tanpa peringatan yang cukup, debit air sungai mendadak meningkat. Arus yang tiba-tiba membesar dan deras langsung menyambar Eva dan Dilla yang sedang asyik bermain air. Teman-teman korban yang melihat kejadian itu sontak panik dan berteriak minta tolong.

“Warga sekitar langsung melakukan pencarian. Tapi arus sangat deras dan jarak pandang terbatas. Upaya manual tidak membuahkan hasil hingga akhirnya tim SAR kami hubungi,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Pencarian Dramatis yang Berujung Duka

Memasuki hari kedua, Senin (13/4/2026), tim SAR gabungan dari Pos SAR Bantaeng, BPBD, Damkar, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat dikerahkan. Mereka membagi area pencarian menjadi beberapa titik rawan, menyisir aliran sungai dari lokasi awal kejadian hingga ke muara.

Tegangan mulai meningkat saat pencarian memasuki pagi buta. Pada pukul 08.10 WITA, tim penyisir menemukan korban pertama. Eva terlihat tersangkut di bebatuan sekitar 9 kilometer dari lokasi awal. Kondisinya sudah tidak bernyawa.

Hanya berselang 11 menit, atau pukul 08.21 WITA, kabar duka kembali datang. Dilla ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi kejadian. Wajah-wajah lelah para relawan berubah menjadi sendu. Operasi pencarian yang sempat diharapkan menemukan korban selamat, resmi ditutup pada pukul 09.25 WITA.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Andi Makkatutu Bantaeng untuk proses lebih lanjut.

Operasi SAR yang melibatkan puluhan personel akhirnya ditutup. Seluruh unsur dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar menyampaikan belasungkawa mendalam. “Kami turut berduka cita. Ini adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa alam punya sisi mematikan yang tak terduga,” ujarnya.

Pesan penting dari pihak SAR: “Jangan pernah meremehkan arus di sekitar air terjun. Debit air bisa naik drastis dalam hitungan menit, terutama setelah hujan di hulu. Utamakan keselamatan di atas keindahan foto.”

Kisah tragis Eva dan Dilla menjadi pilu sekaligus alarm bahaya bagi para pencinta wisata alam. Air terjun yang indah memang memikat, namun kewaspadaan adalah satu-satunya pelindung yang tak boleh ditinggalkan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG