Makin Memprihatinkan, Warga Sebut Fasilitas Halte BRT Justru Ganggu Pejalan Kaki

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Banyak Halte Bus Rapid Transit (BRT) di jalur Kota Makassar, Kabupaten Maros, Gowa (Sungguminasa), dan Takalar (Mamminasata) hingga hari ini terlihat tak terurus.
Berdasarkan pantauan harian.news, banyak halte BRT dibiarkan dalam kondisi rusak, dan tidak “ramah” lagi bagi pengguna halte.
Sebagai contoh, halte BRT di depan Unismuh dan halte Universitas Islam Negeri (UIN), konstruksi bangunannya dibiarkan tanpa lantai, sejumlah fasilitasnya rusak, seperti kaca halte pecah, plafon berlubang, serta dinding kaca dipenuhi dengan coretan. Tak terkecuali banyak sampah kertas dan plastik bungkus makanan berserakan di mana-mana.
Sejumlah warga turut mengeluhkan infrastruktur halte yang kondisinya makin memprihatinkan dan seperti kurang perhatian dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Syamsi (29) warga kota Makassar kepada harian.news mengatakan, halte BRT terlihat tidak layak pakai seperti sudah ada yang bolong-bolong, berkarat dan tidak memiliki alas atau lantai,
“Haltenya sekarang sangat buruk, hampir separuh dari bangunan halte Mamminasata sudah rusak dan beberapa tidak bisa difungsikan lagi,” ujar syamsi kepada harian.news, Jumat (12/1/2024)
Pengguna jalan lain, Alkaisar (28) turut mengeluhkan Halte BRT, menurutnya kehadiran bangunan tersebut justru mengganggu pejalan kaki,
“Kalau masih bisa digunakan ya bagus untuk tempat duduk atau berteduh, tapi kalau sudah rusak begitu kan justru mengganggu orang,” kesalnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : NURSINTA