Masuk 15 Besar IMTI 2026, Sulsel Perkuat Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan ekosistem pariwisata ramah muslim melalui Forum Diskusi Kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.
Forum yang digelar di Ruang Rapat Sipakainge, Lantai 2 KPwBI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Makassar, tersebut menjadi bagian dari rangkaian kajian dan asesmen IMTI 2026, termasuk pelaksanaan site visit di Sulawesi Selatan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mengatakan asesmen IMTI menjadi momentum bagi Sulsel untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem pariwisata ramah muslim.
“Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan ke depan,” ujar Firman.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari 14 provinsi yang mengikuti asesmen IMTI 2026. Sulsel juga telah masuk dalam 15 besar tahap penentuan rating dan ranking Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia 2026.
Menurut Firman, hasil pemetaan tersebut menjadi pijakan untuk menentukan sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di Sulsel.
Pertama, destinasi diharapkan mampu memberikan pengalaman yang baik kepada wisatawan, mulai dari kemudahan konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi hingga kemudahan transaksi.
Kedua, destinasi perlu memiliki standar layanan berkelas global sehingga mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim sekaligus tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang.
Ketiga, pengembangan destinasi perlu memiliki keterkaitan dengan potensi unggulan lokal, termasuk UMKM dan kuliner.
Penguatan berbagai aspek tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas, asosiasi hingga lembaga terkait.
Kolaborasi itu diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata ramah muslim yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat halal value chain di Sulawesi Selatan.
Forum Diskusi Kajian IMTI 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Mirna, Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Annisa Elma Nabila, Tim Kajian IMTI Pusat dari Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan CrescentRating, asosiasi pariwisata, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
KPwBI Sulsel berharap hasil asesmen IMTI 2026 tidak hanya menjadi dasar dalam penentuan rating dan ranking, tetapi juga menjadi referensi bersama bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan serta program pengembangan pariwisata ramah muslim.
Melalui sinergi tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan semakin kuat dalam peta destinasi ramah muslim nasional. Pada saat yang sama, pengembangan pariwisata diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah melalui penguatan UMKM, kuliner, dan rantai nilai halal.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News