Masyarakat Minta Evaluasi Kapolsek Tamalatea Terkait Kasus Pencurian

HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Polisi sektor Tamalatea di bawah naungan Polres Jeneponto masih terus bekerja keras untuk mengungkap serangkaian kasus pencurian yang telah meresahkan wilayah hukumnya.
Meskipun demikian, hingga saat ini, kasus-kasus tersebut masih belum berhasil terungkap sepenuhnya.
Maraknya tindak pencurian, pembobolan, termasuk pencurian telur, pelek mobil, kunci-kunci, perlengkapan rumah, pakaian, uang tunai, tabung gas, dan bahkan fasilitas sekolah dasar, telah membuat masyarakat resah.
Kanit Reskrim Polsek Tamalatea, Aiptu Syarifuddin, telah berkoordinasi dengan tim Identifikasi Fisik (inafis) dari Polres Jeneponto untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Saya sudah berkoordinasi dengan tim inafis Polres Jeneponto, dan kami akan segera melakukan olah TKP,” ujar Syarifuddin dalam keterangannya kepada kontributor harian.news melalui WhatsApp pada Rabu, 4 Oktober 2023.
Selain itu, terkait barang bukti berupa obeng yang diduga digunakan oleh pelaku pencurian di SMAN 2 Jeneponto, polisi juga telah mengkoordinasikannya dengan Polres Jeneponto.
Namun, mereka masih menunggu hasil lebih lanjut. “Kami akan menyesuaikan jadwal olah TKP dengan tim inafis Polres Jeneponto,” tambahnya.
Sebelumnya, Edi Subarga, seorang pemuda dari Tamalatea, mempertanyakan lambannya pengungkapan kasus-kasus pencurian ini. Menurutnya, barang bukti berupa obeng yang ditemukan belum diperiksa untuk sidik jari.
Masyarakat Jeneponto, termasuk Edi Daeng Sore, telah mengajukan permintaan kepada Propam Jeneponto agar melakukan evaluasi terhadap Kapolsek Tamalatea dan Kanit Reskrim Polsek Tamalatea.
Mereka juga meminta agar Polres Jeneponto mempertimbangkan pencopotan Kapolsek Tamalatea dari jabatannya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ASWIN RASYID