Mengenang Syafruddin Kambo, Menelusuri Jejak Dedikasi Kepemimpinan Sang Purnawirawan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Komjen Pol (Purn) Dr Syafruddin Kambo adalah figur yang meninggalkan jejak mendalam, baik di institusi kepolisian maupun di masyarakat Indonesia. Ia menutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada Kamis (20/2) pukul 18.14 WIB.
Kepergian sosok yang juga menjabat sebagai Waki Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, menjadi momen refleksi atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang penegakan hukum dan reformasi birokrasi.
Dikenal sebagai pribadi yang tegas namun rendah hati, Syafruddin memiliki komitmen kuat terhadap profesionalisme dan integritas dalam kepolisian. Tak hanya itu, ia juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan birokrasi yang lebih transparan dan modern.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan duka mendalam atas kepergian Syafruddin, yang pernah menjadi ajudannya selama lima tahun saat menjabat sebagai Wapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2009.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Baru saja kita mendengar kabar bahwa almarhum Komjen Polisi Syafruddin Kambo telah meninggalkan kita semua sekitar pukul setengah enam sore tadi,” ujar JK dalam keterangannya, Kamis (20/2/2025).
JK mengenang Syafruddin sebagai sosok yang berwibawa, bertanggung jawab, dan selalu melaksanakan tugasnya dengan baik.
Sosok dan Perjalanan Karir Syafruddin Kambo
Komjen Pol (Purn) Dr Syafruddin Kambo lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 April 1961. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985 dan sejak awal menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap profesinya.
Dalam kehidupan pribadi, Ia adalah seorang Muslim yang taat dan dikenal sebagai sosok ayah penyayang bagi keempat anaknya: Mohammad Rafil Perdana, Kharisma Bibitani, Mohammad Adil Triansyah, dan Muhamad Nur Alamsyah. Pernikahannya dengan Mulyani Soedjono pun menjadi bagian dari kehidupannya yang penuh keteladanan.
Karir Syafruddin di kepolisian diisi dengan berbagai jabatan strategis, di antaranya, menjadi Ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla (2004-2009), Wakapolda Sumatera Utara (2009), Kapolda Kalimantan Selatan (2010), Kadiv Propam Polri (2012), Kalemdikpol (2015) dan Wakapolri (2016-2018).
Sebagai Wakapolri, ia menggantikan Komjen Pol. Budi Gunawan yang diangkat sebagai Kepala BIN. Dalam tugasnya, Syafruddin bertanggung jawab atas kebijakan strategis dan operasional kepolisian di seluruh Indonesia hingga memasuki masa pensiun pada tahun 2018.
Selain di kepolisian, Syafruddin juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan, termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang dipimpin oleh Jusuf Kalla. Ia juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam, yang mencerminkan komitmennya terhadap nilai-nilai keagamaan dan sejarah.
Kepergian Syafruddin Kambo meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi bangsa. Ketegasan, dedikasi, serta jiwa kepemimpinannya akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus di kepolisian dan masyarakat luas.
Profil Singkat Syafruddin Kambo
Nama: Syafruddin Kambo
Lahir: Makassar, 12 April 1961
istri: Mulyani Soedjono
Anak
- Mohammad Rafil Perdana
- Kharisma Bibitani
- Muhammad Adil Triansyah
- Muhammad Nur Alamsyah
Pendidikan:
- SD (1974)
- SMP (1976)
- SMA (1980)
- Pendidikan Kepolisian:
Akademi Kepolisian (1985)
PTIK (1992)
SESPIM (1998)
LEMHANNAS PPSA X (2011) - Pendidikan Kejuruan
PA DAS LANTAS (1988)
PA LAN LANTAS (MALAYSIA) (1992)
TRAFFIC POLICE ORIENTATION (1993)
PA SEN LANTAS (2001)
ASSESSMENT PATI POLRI (2011)
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News