Menghidupkan Nilai Isra Miraj di Era Digital: Refleksi Iman di Tengah Arus Teknologi

Menghidupkan Nilai Isra Miraj di Era Digital: Refleksi Iman di Tengah Arus Teknologi

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Isra Miraj yang diselenggarakan pada 27 Januari 2025 di Masjid Nurul Amin, Jalan Sukaria 7 No. 17, H. Arifin Abdullah, S.Ag., M.A., CHt., menyampaikan ceramah bertema “Aktualisasi nilai-nilai Isra Miraj dalam kehidupan beribadah di tengah arus digitalisasi”.

Ia mengupas makna peristiwa Isra Miraj sebagai inspirasi umat Islam untuk memperkokoh keimanan di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

Dalam paparannya, H. Arifin Abdullah menjelaskan bahwa Isra Miraj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan juga pembelajaran mendalam tentang ketauhidan, keimanan, dan ibadah yang harus menjadi teladan bagi umat.

“Isra Miraj adalah momentum refleksi. Dalam bulan Rajab ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal baik, karena Allah melipatgandakan pahala di bulan yang dimuliakan ini,” tegasnya.

Mengupas lebih jauh, H. Arifin menekankan bahwa memahami Isra Miraj membutuhkan pendekatan logika yang berpadu dengan keyakinan.

“Jika kita hanya menggunakan logika, maka kita akan jatuh pada keraguan seperti Abu Jahal. Sebaliknya, iman membawa kita pada keyakinan seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq,” jelasnya.

H. Arifin juga mengingatkan bahwa sifat Maha Kuasa Allah ditunjukkan melalui peristiwa ini, sehingga tidak ada ruang bagi manusia untuk meragukan kebesaran-Nya.

Dalam konteks digitalisasi, H. Arifin Abdullah menyoroti pentingnya aktualisasi nilai Isra Miraj sebagai pedoman hidup.

Ia menyampaikan bahwa umat Islam harus bijak menggunakan teknologi untuk memperbanyak amal kebaikan, seperti menyebarkan informasi bermanfaat dan menjauhi perilaku negatif di dunia maya.

“Kita harus menjadi pribadi yang kokoh dalam keimanan, lemah lembut dalam sikap, dan membawa manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

“Di era digital, ini bisa diwujudkan dengan menggunakan media sosial secara etis dan berlandaskan nilai agama,” sambungnya.

H. Arifin juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri untuk memastikan bahwa kita diakui sebagai hamba oleh Allah SWT. Seorang hamba yang baik, menurutnya, adalah mereka yang memiliki keyakinan kuat, berperilaku santun, dan menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.

Dengan menjadikan nilai-nilai Isra Miraj sebagai landasan hidup, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan beribadah yang lebih baik serta memberikan pengaruh positif di tengah arus digitalisasi.

“Mari jadikan teknologi sebagai sarana dakwah dan penyebar kebaikan,” tutupnya.

PENULIS: DITA MEITASARI

Baca berita lainnya Harian.news di Google News