Menuju Rekrutmen 1 Juta ASN

Menuju Rekrutmen 1 Juta ASN

Oleh : Marselius Gusti Palumpun

(Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin)

HARIAN.NEWS – SEJAK tahun lalu pemerintah kembali membuka rekrutmen CPNS. Ditargetkan hingga 2024 nanti akan ada 1 juta ASN baru. Termasuk klaster PPPK.

Kebijakan ini disambut antusias. Apalagi di tengah sulitnya lapangan kerja akibat pandemi. Kebijakan ini dianggap sebagai jalan pintas menekan populasi penganggur.

Tahun 2020 lalu tidak ada pengangkatan pegawai negeri sipil. Pengangguran di Indonesia menyentuh level mengkhawatirkan. Nyaris 10 juta orang. Ironisnya, angka itu tumbuh lebih dari 2 persen hanya dalam kurun waktu 6 bulan saat pandemi 2020.

Pandemi yang memukul ekonomi nasional menjadi faktor paling dominan. Pandemi membuat semua mengalami kejatuhan simultan. Daya serap lapangan kerja menurun. Kinerja industri juga terpuruk.

Para meneliti sosial mengingatkan ledakan pengangguran masih mungkin terjadi hingga 2023 jika pemerintah tak segera menemukan formulasi mengatasi ketimpangan ekonomi. Dan itu akan mencetak pengangguran terbuka lebih besar. Kemungkinan itu sulit dicegah karena kondisi dunia usaha juga belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah harus segera menemukan opsi. Jika tidak, Indonesia di ambang ketimpangan multisektoral.

Hadirnya perekrutan CPNS sedikit memberi angin segar. Setidaknya akan membuka asa baru bagi angkatan kerja di sektor formal.

Rekrutmen CPNS seperti sebuah mimpi. Mimpi yang dirangkai banyak orang. Ya, mimpi oleh sebagian orang. Tapi hayalan bagi sebagian lainnya.

Tapi apapun itu, rekrutmen 1 juta ASN tahun ini hingga 2024 adalah sebuah harapan baru. Harapan bagi banyak generasi.

Kabarnya Pemerintah akan merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Formasi guru masih mendominasi dengan 300.000 kuota.

Formasi tahun ini akan diprioritaskan pada perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Total yang dibutuhkan sekitar 500.000 lebih. 300.000 di antaranya adalah guru dan 92.000 tenaga kesehatan.

Kementerian PAN RB menyebut, perekrutan akan dilakukan bertahap. Kebutuhan guru di pelosok akan mendapat porsi terbanyak. Ini untuk menyiasati penyebaran yang tidak merata selama ini.

Dikutip dari laman resmi Menpan-RB, ada sebanyak 530.028 kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) nasional tahun 2022 (data per 6 September 2022). Jumlah tersebut merupakan total dari penetapan kebutuhan untuk instansi pusat sebanyak 90.690 dan instansi daerah sebanyak 439.338.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News