Mimpi Buruk Ekuador, Ditahan Imbang Curacao 0-0

Ekuador Tertahan 0-0, Asa Lolos ke 32 Besar Makin Tipis
HARIAN.NEWS, JAKARTA — Mimpi Ekuador untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 perlahan mulai sirna. Selecao Ekuador gagal memanfaatkan peluang emas setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Curacao dalam lanjutan fase grup, Minggu WIB.
Padahal, ini adalah laga yang wajib dimenangkan. Tapi sepak bola memang tak selalu adil. Ekuador yang tampil dominan sepanjang 90 menit, harus puas berbagi poin setelah lini belakang dan kiper Curacao tampil seperti tembok baja.
Hasil 0-0 ini membuat persaingan di Grup E semakin sengit dan menempatkan Ekuador di posisi terancam.
Dominasi Tanpa Gol
Sejak peluit awal dibunyikan, Ekuador langsung mengambil inisiatif serangan. Lini tengah yang dikomandoi Moises Caicedo—gelandang andalan Brighton—berusaha mengatur tempo dan terus menekan pertahanan Curacao.
Peluang demi peluang tercipta. Yang paling nyaris datang pada menit ke-42. John Yeboah melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke arah gawang, namun Eloy Room, kiper Curacao, terbang layaknya elang dan menepis bola dengan gemilang.
Hingga tambahan waktu lima menit di babak pertama, skor 0-0 tetap bertahan. Ekuador mendominasi, tetapi bola enggan masuk ke gawang lawan.
Babak Kedua: Sama, Tetap Sama
Memasuki babak kedua, ritme tak berubah. Ekuador tetap menguasai bola, Curacao bertahan dengan disiplin dan mengandalkan serangan balik.
Peluang terbaik Ekuador datang pada menit ke-80. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat bola melambung di atas mistar. Beberapa menit berselang, giliran Enner Valencia—legenda hidup Ekuador—yang mendapatkan peluang emas. Namun tembakannya kembali dimentahkan oleh Eloy Room yang tampil seperti di bawah mistar.
Curacao sendiri nyaris tak menciptakan peluang berarti. Mereka lebih fokus bertahan dan menjaga disiplin. Hasilnya? Nol gol, nol kebobolan.
Klasemen Grup E: Ekuador di Ujung Tanduk
Hasil imbang ini membuat Ekuador hanya mengoleksi 1 poin dari dua pertandingan. Sebelumnya, mereka juga menelan kekalahan tipis 0-1 dari Pantai Gading.
| Tim | Main | Poin |
|---|---|---|
| Jerman | 2 | 6 (Lolos) |
| Pantai Gading | 2 | 3 |
| Ekuador | 2 | 1 |
| Curacao | 2 | 1 |
Ekuador kini berada di zona bahaya. Satu-satunya jalan untuk lolos adalah dengan meraih kemenangan di laga terakhir fase grup dan berharap hasil pertandingan lain berpihak pada mereka.
Sementara itu, Curacao yang sebelumnya dihancurkan Jerman dengan skor telak 1-7, berhasil mencuri satu poin penting. Hasil ini menjaga peluang mereka untuk tetap hidup di turnamen.
Setelah pertandingan, pelatih Ekuador mengaku kecewa dengan hasil ini.
“Kami mendominasi, kami menciptakan peluang, tapi kami gagal mencetak gol. Itu adalah harga yang harus kami bayar. Sekarang kami hanya bisa fokus pada laga terakhir dan berharap,” ujar pelatih Ekuador dalam konferensi pers.
Sementara itu, pelatih Curacao memuji semangat juang timnya.
“Ini adalah hasil yang luar biasa bagi kami. Setelah kekalahan 1-7 dari Jerman, anak-anak bangkit dan menunjukkan karakter. Kami masih punya peluang untuk lolos,” katanya.
Susunan Pemain
Ekuador (4-3-3):
Hernan Galindez; Angelo Preciado, Felix Torres, Piero Hincapie, Pervis Estupinan; Moises Caicedo, Carlos Gruezo, Kendry Paez; John Yeboah, Enner Valencia, Jeremy Sarmiento.
Curacao (4-2-3-1):
Eloy Room; Sherel Floranus, Cuco Martina, Jurien Gaari, Roshon van Eijma; Leandro Bacuna, Juninho Bacuna; Kenji Gorre, Rangelo Janga, Brandley Kuwas; Gervane Kastaneer.
Ini adalah pelajaran klasik: dominasi tak menjamin kemenangan. Ekuador menguasai bola, menciptakan peluang, tetapi gagal dalam penyelesaian akhir. Curacao bermain cerdik, bertahan dengan disiplin, dan memanfaatkan semua yang mereka miliki.
Kini, laga terakhir fase grup menjadi penentu. Ekuador harus menang dan berharap hasil lain mendukung. Sementara Curacao masih memiliki mimpi untuk membuat kejutan lebih besar.
Apakah Ekuador akan bangkit, atau justru pulang lebih cepat? Kita tunggu di pertandingan selanjutnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG