Mundur dari Golkar, Demokrat Disebut Justru Mempersatukan Duo Appi-Aliyah

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Mundurnya Munafri Arifuddin disapa Appi dari Golkar menambah spekulasi politik dalam menghadapi Pilkada 2029 di Sulawesi Selatan terkhusus di Makassar.
Menurut pengamat politik Arief Wicaksono, yang sebenarnya terjadi adalah Demokrat yang membidik Appi, bukan sebaliknya. Seperti yang sudah pernah ia sampaikan sebelumnya, bahwa Appi adalah figur dengan banyak modal.
Baik itu modal sumber daya, modal sosial, modal elektoral. Dan jangan lupa, Appi saat ini adalah Walikota Makassar yang sedang menguasai mesin birokrasi yang besar.
Sedangkan, kata dia, Demokrat adalah salah satu partai yang menolak wacana parliamentary threshold (PT) dinaikkan dari 4% ke 5%, meskipun pencapaian suara nasionalnya di Pemilu 2024 sekitar 7%.
Itu artinya Demokrat sudah berhitung, dengan kondisi politik saat ini bakal tidak menguntungkan kedepannya, karena menjadi bagian dari koalisi presidensil. Satu-satunya jalan adalah, dengan membajak tokoh-tokoh yang seperti Appi.
“Berikutnya, didalam Demokrat, terutama Demokrat Sulsel, juga ada faksionalisasi yang cukup kentara,”ujar Arief Wicaksono kepada Harian.News, Rabu (7/10/2026).
Masih kata dia, bahwa gerakan apapun yang dilakukan Appi, tidak mungkin tidak, pasti akan mendapatkan resistensi dari faksi-faksi yang ada. Apalagi dari faksi yang merasa paling berjasa menyelesaikan masalah partai di masa lalu.
Terkait konstalasi politik yang berubah, bahwa banyak orang yang akan bilang bakal berpisah pada Pilkada 2029 mendatang.
“Demokrat itu justru akan mempersatukan kembali duo Appi-Aliyah yang dirumorkan retak seiring manuver IAS mengetuai Golkar Sulsel,”ucap akademisi Universitas Bosowa Makassar itu.
Apalagi lanjut Arief Wicaksono, bahwa IAS dan Aliyah juga bekas Demokrat. Hanya barter katanya. IAS ke Golkar, Appi ke Demokrat. Tapi, sebenarnya itu lip service belaka. Dalam politik, otak-atik yang seperti itu seolah-oleh menyederhanakan kompleksitas kepentingan, bukan hanya intra partai, tapi juga ekstra partai.
“Justru ketika IAS dan Aliyah meninggalkan Demokrat dan Appi masuk Golkar, semakin mempertegas konflik laten yang selama ini terjadi diantara mereka,”katanya.
Jelang Musda Demokrat Sulsel, Appi salah satu kandidat menguat dimana Walikota Makassar itu disebut punya ambisi besar bukan hanya Makassar tapi Pilgub Sulsel?.
“Tidak juga begitu, karena yang sebenarnya memelihara ambisi untuk Pilgub Sulsel justru IAS. Itulah mengapa salah satu alasan IAS ngotot mengambil Golkar Sulsel,”jelas Arief Wicaksono.
“Appi sendiri sudah berkali-kali mengaku untuk fokus membenahi kota. Jadi agak sulit membayangkan kalau Appi ditengah persoalan kepartaian yang dialami saat ini, tiba-tiba sempat memikirkan untuk jadi gubernur,”pungkasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News