Musda ASITA Sulsel 2026 Jadi Momentum Perkuat Industri Pariwisata Daerah

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) DPD ASITA Sulawesi Selatan 2026 menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi perubahan industri pariwisata.
Mengusung tema “Transformasi ASITA Sulawesi Selatan Menuju Organisasi Pariwisata yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdaya Saing Global”, Musda digelar di Hotel Swiss-Belhotel Losari Makassar, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum V DPP ASITA Anthon Wahyudi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Mirna.
Anthon mengatakan, Musda tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga ruang evaluasi sekaligus penyusunan arah baru organisasi.
“Musda ini bukan hanya momentum untuk membangkitkan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menjalankan asosiasi serta membuka arah organisasi yang lebih baik,” ujar Anthon.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan menuntut pelaku industri perjalanan wisata untuk terus beradaptasi.
”Karena itu, profesionalisme dan soliditas anggota ASITA perlu diperkuat agar mampu menghadapi persaingan industri pariwisata,” bebernya.
Ia juga menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi pariwisata yang besar, mulai dari kekayaan alam, budaya, sejarah hingga destinasi bahari.
“Saya berharap Musda ini dapat menjadi momentum untuk membangun komunitas yang lebih baik dan menghadirkan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.
Anthon berharap kepengurusan ASITA Sulsel yang terpilih nantinya mampu memperkuat peran organisasi dalam mendorong pengembangan pariwisata daerah serta meningkatkan daya saing destinasi Sulsel di tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Mirna menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.
Menurutnya, sektor pariwisata, termasuk industri tour and travel, memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena Sulsel memiliki beragam destinasi dan kekayaan budaya.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap terus berkolaborasi dengan masyarakat dan seluruh stakeholder pariwisata dalam perbaikan infrastruktur, promosi terpadu, serta peningkatan kualitas sistem pariwisata agar mampu berdaya saing secara global,” ujar Andi Mirna.
Ia juga mendorong ASITA memperkuat promosi wisata halal untuk membuka peluang pasar wisatawan dari Timur Tengah.
Selain itu, Andi Mirna mengajak pelaku usaha menyusun paket wisata yang menggabungkan sejumlah destinasi unggulan Sulsel, seperti kawasan karst Rammang-Rammang, Kepulauan Selayar dan Spermonde.
“Ke depan nanti, kita akan mencoba mengembangkan wisata-wisata yang ada, Rammang-Rammang, dan juga wisata bahari yang ada di Selayar dan Spermonde,” katanya.
Menurutnya, ASITA dapat mengambil peran dengan mengemas potensi tersebut menjadi paket wisata yang menarik untuk kemudian dipromosikan secara bersama-sama.
“Jadi kami mengharapkan teman-teman ASITA ini bisa membuat paket-paket wisata yang bagus. Ya, nanti kita sama-sama mempromosikan,” ujarnya.
Andi Mirna menambahkan, pengembangan pariwisata membutuhkan ketangguhan, kreativitas dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah dan pelaku usaha, kata dia, harus membangun kolaborasi agar sektor pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Tantangan pariwisata ke depan memerlukan ketangguhan, ide-ide kreatif, serta keterbaruan langkah antara pemerintah dan pelaku usaha,” katanya.
Ia berharap Musda ASITA Sulsel menghasilkan keputusan strategis serta program kerja yang kreatif dan inovatif untuk memperkuat industri pariwisata Sulsel.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News