Museum Balla Lompoa, Menelusuri Sejarah Kerajaan Gowa di Tengah Modernisasi

Museum Balla Lompoa, Menelusuri Sejarah Kerajaan Gowa di Tengah Modernisasi

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus modernisasi, menjadi hal yang asing untuk mendengarkan kembali sejarah yang sudah jauh khususnya yang telah memakan waktu hingga ratusan tahun silam. Namun, bukan tidak mungkin menemui jejak sejarah ini dalam sebuah perjalanan liburan misalnya, atau menyengaja menemuinya di sebuah museum.

Hal ini lah yang hadir di Museum Balla Lompoa, museum yang didirikan pada tahun 1936 oleh Raja Gowa ke-31, I Mangimangi Daeng Matutu. Menyentuh angka usia hampir 1 abad, Museum simbol kerajaan Gowa ini tetap berdiri tegak hingga saat ini.

Arsitekturnya hadir dengan khas rumah panggung Bugis-Makassar Museum, yang digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi berharga yang merekam kejayaan Kerajaan Gowa pada masa lampau. Beberapa di antaranya ialah mahkota emas seberat 1,8 kilogram, keris, senjata tradisional, serta pakaian adat yang pernah dikenakan oleh raja dan permaisuri. Koleksi tersebut menjadi saksi bisu kebesaran dan kekuatan Kerajaan Gowa dalam perjalanan sejarah Nusantara.

Eva (36), seorang wisatawan asal Kalimantan, menjadikan Museum Balla Lompoa sebagai destinasi utama saat berkunjung ke Makassar.

“Saya memang sangat menyukai budaya. Begitu tiba di Makassar, Balla Lompoa menjadi salah satu tujuan utama wisata saya. Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang silsilah kerajaan dan benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya,” ujarnya.

Namun, Ia juga menyoroti keterbatasan koleksi yang dapat dipamerkan di museum ini.

“Cukup menambah wawasan, tetapi tentu pengunjung ingin melihat lebih banyak lagi peninggalan sejarah yang belum ditampilkan,” tambahnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Safaruddin (20), seorang pengunjung lainnya. Ia menilai Museum Balla Lompoa sebagai tempat yang luar biasa untuk mempelajari sejarah Kerajaan Gowa.

“Di sini kita dapat belajar tentang sejarah Kerajaan Gowa, silsilah raja-raja, serta perjuangan mereka dalam merebut kemerdekaan. Namun, mungkin masih ada koleksi yang belum dipamerkan dan perlu ditambahkan,” katanya.

Sebagai destinasi wisata edukatif, Museum Balla Lompoa menjadi ruang belajar sejarah dan budaya bagi pelajar maupun wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Melalui kunjungan ke museum ini, generasi muda diajak untuk mengenal dan menghargai kekayaan budaya bangsa, sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap lestari di tengah gempuran modernisasi.

PENULIS: DITA MEITASARI

Baca berita lainnya Harian.news di Google News