Negara Kalah Telak? Excavator Kembali Menggali Bajo Barat

TAMBANG emas ilegal di Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bukan lagi sekadar persoalan aktivitas pertambangan, tetapi telah menjadi ujian terhadap keseriusan pemerintah dan aparat dalam menegakkan hukum. Penertiban telah berulang kali dilakukan, excavator digembok, talang dibongkar, dan berbagai peralatan diamankan. Namun aktivitas kembali dilaporkan muncul. Pada September 2026, sembilan excavator bahkan kembali digembok dalam operasi penertiban, setelah sebelumnya aktivitas serupa juga dilaporkan kembali berjalan.
Pertanyaannya sederhana: untuk apa penertiban dilakukan jika beberapa hari kemudian excavator kembali bekerja? Pemerintah Kabupaten Luwu, Kepolisian, Kejaksaan, dan Dinas Lingkungan Hidup tidak cukup hanya hadir ketika aktivitas sudah menjadi sorotan. Mereka harus menjelaskan mengapa persoalan yang telah diketahui, diperiksa, dan ditertibkan berulang kali belum mampu dihentikan secara berkelanjutan.
Pada Juni 2026, DLH Luwu telah turun ke lokasi dan pihak yang ditemui dilaporkan tidak mampu menunjukkan dokumen izin. Jika setelah temuan tersebut aktivitas kembali terjadi, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan lingkungan dan tindak lanjut penegakan hukumnya.
Bajo Barat tidak membutuhkan seremoni penertiban. Bajo Barat membutuhkan kepastian. Jangan sampai pola yang terjadi hanya menjadi siklus: aparat datang, excavator digembok, kamera media merekam, pejabat memberikan pernyataan, lalu beberapa hari kemudian mesin kembali menyala.
Jika hukum benar-benar bekerja, maka hasilnya bukan sekadar jumlah excavator yang ditertibkan, tetapi berhentinya aktivitas ilegal, terungkapnya pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti, dan terlindunginya lingkungan serta masyarakat.
Karena itu, pertanyaan terbesar hari ini bukan lagi “berapa excavator yang berhasil digembok?” Tetapi Mengapa setelah berkali-kali ditertibkan, excavator masih bisa kembali?”
Jika pertanyaan sederhana ini terus tidak mendapatkan jawaban yang konkret, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya nasib Bajo Barat, tetapi kredibilitas pemerintah, penegakan hukum, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat serta lingkungan.
Penulis : Renaldi Al-Faridzi Muslimin
Baca berita lainnya Harian.news di Google News