Negosiasi Gencatan Senjata Buntu, Israel Gempur Palestina

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata, Israel melakukan gempuran atas Palestina yang menewaskan dua warga Palestina di Rafah dan melukai tiga lainnya di Khan Younis, Senin (3/3/2025).
Serangan drone Israel di Rafah menewaskan dua orang, sementara helikopter menyerang Khan Younis dan melukai tiga lainnya.
Militer Israel menyatakan mereka menargetkan kapal motor di Khan Younis yang dianggap melanggar pembatasan keamanan.
Penduduk melaporkan tembakan tank Israel dari perbatasan timur dan selatan Gaza meningkat sepanjang malam. Kelompok bersenjata di Gaza meningkatkan kesiagaan.
Harga Pangan Melonjak
Dikutip dari kumpran, kondisi di Gaza juga diperparah blokade total Israel yang membuat harga bahan pokok naik drastis.
Seorang pengusaha di Gaza, Tamer al-Burai, menyebut harga sekarung tepung melonjak dari 40 shekel (setara Rp 180 ribu) menjadi 100 shekel (Rp 450 ribu) dalam semalam.
“Ini bencana. Jika gencatan senjata tidak diperpanjang atau pemerintah tidak mengontrol harga, situasi akan semakin parah,” ujarnya.
Kepala media pemerintah Gaza, Salama Marouf, mengimbau warga tidak panik, menyebut stok makanan cukup untuk dua minggu.
Fase pertama gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari berakhir tanpa kejelasan soal langkah selanjutnya.
Hamas menuntut tahap kedua, termasuk penarikan Israel dan penghentian perang.
Israel menawarkan perpanjangan hingga April dengan pertukaran sandera, tanpa pembicaraan mengenai masa depan Gaza.
Dua pejabat Israel menyebut mediator internasional meminta waktu tambahan untuk menyelesaikan kebuntuan. Sementara itu, ratusan truk bantuan tertahan di Mesir.
Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat. Sebagian besar penduduk kini mengungsi.
Perang bermula dari serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Israel menyebut 59 sandera masih ditahan di Gaza.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News