Nenek Layar Sari: Lebih Mudah Mencari Uang dengan Bekerja di Bak Lumpur Daripada Bekerja di Sawah

HARIAN.NEWS – Nenek Layar Sari (55) melalui akun TikTok @intan_komalasari92 mengungkapkan alasannya ingin menjadi konten video live mandi lumpur.
Sari mengatakan lebih mudah mencari uang dengan bekerja di bak lumpur daripada bekerja di sawah.
Selama menjadi pemeran konten mandi lumpur, Sari sudah mengantongi uang sekitar Rp 9 juta.
Uang itu didapat setelah sembilan kali menjadi pemeran live video mandi lumpur di akun TikTok @intan_komalasari92.
“Caranya dibagi dua dari hasil live Tiktok, Sultan (pemilik akun) dapat setengah, saya dapat setengah. Rp 9 juta lebih dapat selama live ini,” kata Sari.
Uang yang didapat dari live TikTok itu digunakan Sari untuk membiayai keluarganya.
Tidak Ada paksaan
Nenek Layar Sari mengaku tidak dipaksa menjadi pemeran konten madi lumpur tersebut.
Ia bahkan meminta kepada pemilik akun agar dilibatkan.
“Tidak ada paksaan, saya datang meminta agar bisa live TikTok, awalnya saya tidak dikasih tapi karena saya menangis terus dikasih untuk live,” kata Sari.
Nenek Mandi Lumpur di TikTok Diperiksa Polisi
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menelusuri akun TikTok @intan_komalasari92 yang viral karena mengunggah konten emak-emak dan nenek mandi lumpur.
Berdasarkan penelusuran, akun itu telah mengunggah lebih dari 30 video mandi lumpur dengan pemeran yang berbeda-beda.
“Hasilnya, Pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2023, anggota Subdit Siber melakukan profiling dan menemukan pemilik akun TikTok @intan_komalasari92 tersebut berada di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto di Mataram, di lansir dari kompas Rabu (18/1/2023).
Artanto mengatakan, pemilik akun TikTok dan beberapa nenek yang menjadi pemeran dalam video mandi lumpur sedang diperiksa di Polres Lombok Tengah. “Pemilik akun tersebut merupakan pasangan suami Istri, masing-masing berinisial SAH dan IK,” kata Artanto.
Bupati Lombok Tengah Akan Tutup Lokasi Pembuatan Konten Live TikTtok Mandi Lumpur
Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri akan menutup lokasi pembuatan konten live TikTok mandi lumpur di Desa Setanggor, Kecamatan Paraya Barat. Pathul mengungkapkan penutupan dilakukan karena aksi tersebut sudah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat
“Tadi saya sudah panggil Camat Praya Barat dan Kepala Desa Setanggor untuk berkoordinasi lebih jauh dan menutup kegiatan itu. Alasannya itu tidak boleh membuat kegaduhan di tengah masyarakat,” kata Pathul, Jumat (20/1/2023).
Pathul menilai, melakukan live TikTok mandi lumpur bukan sebuah pekerjaan rutin. Dia berharap warga mencari pekerjaan yang mengedepankan etika.
“Kalau masyarakat gaduh itu kurang baik. Itu kan bukan pekerjaan rutin itu, itu kan pekerjaan dadakan,” kata Pathul.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News