Oknum Brimob di Luwu Utara Diduga Aniaya Warga, Komandan: Sudah Ditindak

Oknum Brimob di Luwu Utara Diduga Aniaya Warga, Komandan: Sudah Ditindak

HARIAN.NEWS, LUWU UTARA – Seorang pemuda asal Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, jadi korban dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan oknum anggota Brimob. Insiden itu terjadi di lorong pasar Sabbang, Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 01.00 Wita, usai pesta minuman keras.

Korban diketahui bernama Rokki (28), warga Sabbang. Ia diduga dianiaya oleh oknum Brimob bernama Bripda VJ bersama sejumlah rekannya dari Batalyon D Pelopor Baebunta.

Tak hanya Rokki, dua warga lainnya yakni Ahyar (24) dan Karim, juga menjadi korban saat mencoba melerai.

Komandan Batalyon D Pelopor Brimob Baebunta, Kompol Muhammad Agus, SE, MM, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah memberikan tindakan disiplin kepada anggotanya.

“Betul pak.. Tapi ceritanya seperti yang diberita,” kata Kompol Agus saat dikonfirmasi harian.news, Sabtu (21/6/2025) via WhatsApp.

“Sudah kami lakukan tindakan disiplin terhadap anggota dan saat ini Polres Luwu Utara melakukan riksa sambil melakukan pendekatan ke pihak keluarga untuk dilakukan Restorative Justice (RJ),” lanjutnya.

Meski demikian, Kompol Agus enggan menanggapi soal dugaan keterlibatan sejumlah anggota lain dalam aksi pengeroyokan tersebut. Ia bahkan sempat meminta agar insiden ini tidak dipublikasikan.

Awal Mula Pengeroyokan

Peristiwa bermula saat Rokki dan temannya Ahyar hendak pulang. Di tengah jalan, mereka ditawari minuman keras oleh sekelompok orang, yang belakangan diketahui adalah oknum Brimob. Rokki menolak tawaran tersebut, namun penolakan itu justru memicu emosi pelaku.

Salah satu pelaku kemudian menelepon rekan-rekannya. Tak lama berselang, sekitar 20 orang datang dan langsung mengeroyok Rokki.

“Salah satu anggota Brimob itu menelepon temannya. Tak lama sekitar 20 orang datang dan diduga turut memukul Rokki, kata Citra, kerabat korban.

Ahyar mengaku telah memperkenalkan diri sebagai warga setempat saat mencoba melerai, tapi tetap jadi sasaran pukulan.

“Saya bilang ke mereka, ‘Pak, saya warga di sini juga.’ Tapi mereka tidak peduli. Saya juga kena pukul di dagu,” ucap Ahyar.

Polisi Lakukan Pemeriksaan

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polres Luwu Utara. Pendekatan kepada keluarga korban juga tengah dilakukan untuk menyelesaikan perkara melalui jalur restorative justice.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres mengenai status hukum Bripda VJ dan rekan-rekannya. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : HAMSUL