Optimalkan Sistem Listrik Sulbagsel, PLN Pakai Energi Surya dan Baterai

Optimalkan Sistem Listrik Sulbagsel, PLN  Pakai Energi Surya dan Baterai

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) menyiapkan penguatan jangka panjang Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) melalui pengembangan sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS).

Langkah tersebut disiapkan di tengah upaya PLN memulihkan dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi perubahan kondisi pembangkit, termasuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang produksinya dipengaruhi kondisi hidrologi.

Pengembangan PLTS dan BESS diarahkan untuk membuat sistem kelistrikan memiliki sumber pasokan yang lebih beragam sekaligus lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan produksi pembangkit.

PLTS akan menambah pasokan listrik dari energi surya. Sementara BESS berfungsi menyimpan energi dan menyalurkannya kembali ketika dibutuhkan, termasuk saat produksi pembangkit energi terbarukan berubah atau kemampuan pembangkit hidro mengalami penurunan.

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, mengatakan kondisi kelistrikan Sulawesi menunjukkan pentingnya membangun sistem yang mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi alam.

Hal tersebut disampaikan Sripeni saat mengunjungi kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar pada 15 September 2026.

Menurut Sripeni, PLTA memiliki kontribusi sekitar 30 persen terhadap sistem kelistrikan Sulawesi. Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara berkontribusi sekitar 20 persen.

“Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini. PLTA itu mengambil peran sekitar 30 persen, lalu kemudian PLTU batu bara juga mengambil peran sekitar 20 persen,” kata Sripeni, Senin (22/09/2026).

Kondisi kemarau membuat ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga produksi PLTA. Sejumlah upaya pun dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air, termasuk melalui modifikasi cuaca dan hujan buatan.

Di sisi lain, PLN juga mendorong pembangkit yang sebelumnya menjalani pemeliharaan untuk kembali beroperasi guna memperkuat pasokan listrik.

“Saat ini PLTU Batubara sedang diupayakan untuk masuk kembali setelah mereka melakukan pemeliharaan,” ujar Sripeni.

Ia menyebut kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan mulai berangsur membaik. Hal tersebut terlihat dari semakin berkurangnya wilayah yang terdampak pengaturan pasokan listrik dalam sepekan terakhir.

Namun, kondisi tersebut juga menjadi pembelajaran penting mengenai perlunya diversifikasi sumber energi dan penguatan infrastruktur kelistrikan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan pemulihan sistem yang dilakukan saat ini berjalan bersamaan dengan penyiapan penguatan sistem untuk jangka panjang.

“Kondisi yang kita hadapi saat ini menjadi pembelajaran bahwa sistem kelistrikan membutuhkan sumber pasokan yang beragam. Karena itu, selain melakukan pemulihan dan optimalisasi pembangkit yang ada, PLN juga menyiapkan penguatan sistem dalam jangka panjang melalui pengembangan PLTS dan BESS,” ujar Edyansyah.

Menurut Edyansyah, penguatan Sistem Sulbagsel tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit. Kemampuan sistem dalam beradaptasi terhadap perubahan sumber energi juga menjadi perhatian.

Karena itu, pengembangan PLTS dan BESS hingga 2029 menjadi bagian dari strategi PLN untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih fleksibel dan memiliki lebih banyak pilihan sumber pasokan.

“Yang kami lakukan saat ini tidak berhenti pada upaya memulihkan kondisi sistem. Kami juga menyiapkan fondasi agar sistem Sulbagsel ke depan semakin beragam, fleksibel, dan resilien. Dengan sistem yang lebih kuat dan adaptif, kami berharap kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sulawesi dapat didukung secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara dalam jangka pendek, PLN tetap memprioritaskan pemulihan dan optimalisasi pembangkit yang tersedia. Percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami kendala serta berbagai langkah mitigasi juga terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

Pengembangan PLTS dan BESS selanjutnya diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi sistem Sulbagsel yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga lebih siap menghadapi perubahan kondisi sumber energi dan pertumbuhan kebutuhan listrik di masa mendatang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News