Orasi Ilmiah Tiga Profesor Baru Tegaskan Peran Universitas Bosowa sebagai Pusat Keilmuan Strategis

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas akademik dan kontribusi keilmuan melalui pelaksanaan Orasi Ilmiah dan Penerimaan Profesor, Rabu, 7 Januari 2026, di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.
Pada kesempatan tersebut, Universitas Bosowa secara resmi menerima tiga profesor baru yang menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya.
Mereka adalah Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian dengan fokus pada ketahanan pangan dan pola konsumsi pangan alternatif.
Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., Guru Besar Ilmu Manajemen yang menekankan inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha ekonomi.
Serta Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., Guru Besar Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian dengan kepakaran pada tata niaga pertanian dan keberlanjutan usahatani.
Acara ini dihadiri Ketua Yayasan Aksa Mahmud Melinda Aksa, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si., Ketua Senat Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, M.P., Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud Asrul Hidayat, serta jajaran pimpinan universitas, dosen, dan sivitas akademika.
Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan tiga profesor baru mencerminkan kemajuan signifikan Universitas Bosowa dalam penguatan sumber daya akademik.
Hingga awal 2026, jumlah Guru Besar di Universitas Bosowa telah mencapai 38 orang dan diproyeksikan bertambah menjadi 40 profesor dalam waktu dekat.
“Capaian ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi dosen-dosen lain untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan prestasi keilmuannya,” ujar Batara Surya.
Ia menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memperluas kontribusi riset dan inovasi.
Menurutnya, kehadiran para profesor diharapkan mampu memperkuat peran Universitas Bosowa dalam merespons tantangan strategis bangsa melalui pendekatan ilmiah yang solutif.
Gagasan yang disampaikan dalam orasi ilmiah menyoroti pentingnya pengembangan pangan alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, inovasi manajemen berbasis digital untuk mendorong keberlanjutan UMKM, serta revitalisasi sektor pertanian melalui pendekatan usahatani berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News